Pelemahan Rupiah Diperkirakan Berlanjut ke Rp16.250/Dolar AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pelemahan nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berlanjut hari ini. Hal ini dipengaruhi naiknya imbal hasil obligasi pemerintah dan sentimen suku bunga.

Dalam penutupan perdagangan Rabu (17/4/2024), rupiah melemah 44 poin (0,28 persen). Nilai tukar rupiah akhirnya menembus posisi Rp16.220 per dolar AS.

​”Pelemahan masih membayangi pergerakan rupiah hari ini, pasar masih mewaspadai ekskalasi konflik di Timur Tengah. Serta sinyal The Fed yang mungkin akan menunda kenaikan suku bunga acuannya karena inflasi AS sulit turun,” kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Kamis (18/4/2024).

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bergerak naik tajam pada perdagangan kemarin. Tenor satu tahun naik dari 6,4 ke 6,83 persen, tenor sepuluh tahun naik dari 6,93 ke 7,03 persen.

Baca Juga :  China Tuduh AS Putarbalikkan Fakta Setelah Bentrokan Pesawat

“Kenaikan imbal hasil ini mengindikasikan tekanan jual yang tinggi keluar dari pasar obligasi Indonesia. Kondisi ini makin memberikan tekanan ke rupiah,” ucap Ariston.

Di sisi lain, indeks dolar AS pagi ini terlihat sudah bergerak turun dari 106,2 ke kisaran 105,9.  Konsolidasi dolar AS ini bisa membantu rupiah tidak melemah terlalu jauh hari ini.

“Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp16.250. Sedangkan potensi support di kisaran Rp16.180 per dolar AS,” ujar Ariston menutup analisisnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :