Harga Emas Hari Ini, Sejauh Mana The Fed Cermati Inflasi AS

ilustrasi emas
ilustrasi emas

Jakarta|EGINDO.co Harga emas global hari ini berpeluang menguat setelah laporan klaim pengangguran tenaga kerja Amerika Serikat (AS) naik di bawah perkiraan analis. Investor kini menanti data konsumsi pribadi AS yang akan memberikan gambaran sejauh mana Federal Reserve menaklukkan inflasi.

Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan harga emas sempat turun pada perdagangan Jumat (22/12/2023) pagi, setelah dibuka gap up, melanjutkan penguatan sebanyak US$14,36 pada perdagangan Kamis. Adapun data pertumbuhan ekonomi AS memicu kembali peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada 2024.

Secara teknikal, kata analis Monex, pada chart 15 menit, harga emas bergerak turun dari upper Bollinger Band yang menjadi resistance di US$2.053,00, mendekati middle band yang bergerak sebagai support di US$2.046,50 saat ini. Dengan indikator Commodity Channel Index (CCI) yang bergerak turun ke teritori negatif, menopang peluang turun emas

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini, The Fed Pangkas Suku Bunga Q1/24

“Pergerakan emas hari ini terbuka untuk menutup open gap pagi tadi dan berpotensi menguji target US$2.045,50 selama harga bergerak di bawah level US$2.053,00 per troy ounce,” kata analis Monex dalam risetnya.

Mengutip Reuters, emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$2.049.49 per ounce pada 09.30 WIB, setelah mencapai level tertinggi sejak 4 Desember di awal sesi. Emas batangan berhasil naik 1,6% sepanjang minggu ini.

Kelvin Wong, analis pasar senior untuk Asia Pasifik di OANDA, mengatakan bahwa imbal hasil riil obligasi AS menurun karena meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga pertama dari The Fed pada Maret 2024 dan hal tersebut merupakan katalis positif bagi harga emas.

Baca Juga :  KPK Panggil Saksi Kasus Suap Pemeriksaan Pajak

“Juga, ada beberapa pembelian safe-haven yang terjadi karena masalah di Laut Merah,” jelasnya.

Indeks dolar melemah mendekati level terendah dalam lima bulan, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi acuan AS bertenor 10 tahun berada di dekat level terendah sejak bulan Juli.

Pelaku pasar sekarang memperkirakan peluang 83% penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret, menurut indiaktor CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi cost opportunity untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Para pejabat The Fed telah menentang gagasan penurunan suku bunga secara cepat pada tahun depan, namun pernyataan tersebut tidak banyak mengubah sentimen investor.

Baca Juga :  Kabupaten Kulon Progo-Jawa Timur Satu-Satunya Zona Merah

Semua perhatian kini tertuju pada laporan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti bulan November, ukuran inflasi dasar pilihan The Fed, yang akan dirilis pada hari ini waktu setempat untuk kejelasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga AS.

Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :