Perawang | EGINDO.co – Sesuai visi keberlanjutan APP yaitu Sustainability Roadmap Vision 2030 (SRV 2030) didalamnya terdapat pilar ke-3 yaitu pilar Sumber Daya Manusia dengan salah satu targetnya adalah pemberdayaan perempuan di sekitar areal operasional APP SinarMas dan pemasoknya.
Program Inkubasi Bisnis merupakan bentuk kontribusi APP dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus program adalah pemberdayaan sumber daya manusia, terutama perempuan, dengan tujuan menjadikan mereka pengusaha yang mandiri.
Untuk itu APP Sinarmas menyelenggarakan program Inkubasi Bisnis Batch 2 sesi ke-4 dengan metode hybrid di Perawang, Kabupaten Siak, Riau. Program inkubasi bisnis merupakan kerja sama antara APP Sinar Mas dan Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) Womanpreneur Community (WPC) yang bertujuan memajukan UMKM binaan APP Sinarmas dan memberdayakan perempuan di sekitar area operasional APP Sinarmas dan pemasoknya.
Melalui Inkubasi Bisnis Batch 2, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam proses produksi, pengembangan dan diversifikasi produk, manajemen, penguatan kelompok, literasi keuangan, dan pemasaran hasil.
Sera Noviany, ESG & Compliance Head APP Sinarmas mengatakan APP Sinarmas sangat antusias menyelenggarakan kegiatan inkubasi bisnis yang akan berlangsung selama 3 bulan.
“Kami mengharapkan peserta UMKM tetap semangat dan berkomitmen dalam mengikuti program ini, karena ini adalah kesempatan berharga bagi UMKM untuk mengembangkan usaha ke depan,” kata Sera Noviany sebagaimana dilansir dalam laman resmi APP Sinarmas yang dikutip EGINDO.co
Sera berharap pelaku UMKM mendapatkan tambahan pengetahuan dari materi yang disampaikan agar dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga berdampak nyata bagi usaha. APP Sinarmas selalu berupaya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar termasuk pelaku UMKM.
“Saya percaya, perempuan kuat akan menghasilkan bisnis yang sukses dan memberikan dampak bagi keluarga dan lingkungan yang lebih luas. Program Inkubasi ini merupakan kesempatan berharga, dan kami berharap peserta benar-benar memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Pelatihan Bagi 50 Pelaku UMKM Pada program Inkubasi Bisnis Batch 2 terdapat 50 pelaku UMKM binaan dari pabrik dan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang berasal dari wilayah Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Barat & Jawa Timur.
Direktur PT Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP) Perawang Mills, Hasanudin The mengatakan bonus demografi yang saat ini mendorong untuk mengoptimalkan lapangan kerja melalui sektor UMKM. Pada era industri 4.0, UMKM harus dapat menyesuaikan diri dan menguasai teknologi agar usaha mereka dapat tetap eksis dan kompetitif.
“Oleh karena itu, saya mengajak peserta program untuk mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Program Inkubasi Bisnis akan memberikan peluang besar bagi mereka untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” katanya.
Sebagai informasi, pada bulan Agustus 2023 ini para pembimbing/lokakarya (LO) akan menilai partisipasi peserta berdasarkan beberapa parameter, antara lain tingkat keaktifan dalam diskusi dan bimbingan, disiplin, ketekunan, respon terhadap masukan dan kritik, serta progres yang dicapai.
Diharapkan melalui program tersebut, pelaku UMKM yang telah menerima pengetahuan dan keterampilan akan menjadi percontohan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, mendorong pertumbuhan lebih banyak UMKM, serta merekrut tenaga kerja di sekitarnya untuk mendorong perekonomian daerah.@
App/timEGINDO.co