Jakarta|EGINDO.co Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto mengatakan, Pertambahan jumlah populasi penduduk di kawasan perkotaan makin meningkat bahkan tidak terkendali. Pertambahan penduduk di kawasan perkotaan tentunya menjadi alasan masyarakat dan Pemerintah untuk membangun hunian yang layak sebagai kebutuhan primer yang mendesak.
Lanjutnya, Pembangunan hunian kawasan perkotaan selama ini terkendala terbatasnya lahan yang strategis karena sudah penuh dengan bangunan perkantoran, ruang bisnis dan eksisting model perumahan horizontal dan sebagainya .
Ia katakan, Andaikan ada harga tanahpun sudah dipastikan mahal, perlu penataan ulang, sehingga perlu ada design atau model arsitektur bangunan dengan gaya vertikal. Pembangunan perumahan dengan model vertikal tentunya untuk memanfaatkan lahan terbatas dengan jumlah hunian yang maksimal.
“Rencana pembangunan perumahan di kawasan perkotaan sudah waktunya ditata dan dikoneksikan dengan centra- centra kegiatan lain serta terkoneksi dengan moda transportasi umum untuk memberikan kemudahan aksesibilitas dan mobolitas,”ucap Budiyanto.
Dikatakannya, Dengan konsep hunian yang dikoneksikan dengan ruang kegiatan lain dan tersedianya moda transportasi umum untuk mendorong aktivitas manusia dengan sarana transportasi umum.
Menurut Budiyanto, Konsep ini juga akan lebih mudah untuk mendorong perubahan mindset atau pola pikir pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Dengan kecintaan menggunakan angkutan umum sudah barang tentu akan mengurangi permasalahan kemacetan yang selama ini menjadi momok masyarakat perkotaan.
“Dengan mencintai angkutan umum secara paralel akan mengurangi kadar polusi udara,”tandasnya.
Mantan Kasubdit Bin Gakkum AKBP ( P) Budiyanto menjelaskan, Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan model transportasi umum disesuaikan dengan pengembangan kawasan perkotaan tersebut. Penyediaan sarana transportasi umum wajib dipertimbangkan baik dari aspek kuantitas maupun kualitas.
Ungkapnya, Sarana transportasi yang mampu menghadirkan model transportasi yang memenuhi standar pelayanan minimal dari aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan, keterjangkauan dan keteraturan. Konsep hunian perkotaan yang terintegrasi dengan ruang kegiatan masyarakat lain dan persinggahan sarana transportasi umum akan memberikan aksesibilitas dan mobilitas. Konsep ini tentunya juga akan mendorong kegiatan ekonomi secara aktif.
Konsep atau model pengembangan hunian perkotaan dgn ruang kegiatan lain serta persinggahan angkutan umum yang kita sebut dengan model TOD ( Transit Oriented Development). “Pola ini juga membangun pola kehidupan yang efektif dan efisiensi,” tutup Budiyanto.
@Sadarudin