Senator AS Tuduh Perusahaan China Picu Krisis Fentanil

Ilustrasi Fentanil
Ilustrasi Fentanil

Shanghai | EGINDO.co – Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer menuduh perusahaan-perusahaan Tiongkok “memicu” krisis kecanduan narkoba di Amerika Serikat, ketika ia bertemu dengan para pejabat di Shanghai pada kunjungan pertama ke negara tersebut.

Schumer adalah pejabat tinggi Amerika terbaru yang mengunjungi Tiongkok ketika Washington berupaya meredakan ketegangan dengan Beijing.

Dia bertemu pada hari Sabtu (7 Oktober) dengan Chen Jining, kepala pejabat Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa di Shanghai, menurut sebuah laporan, menekankan bahwa AS “tidak ingin memisahkan perekonomian kita”.

Ia juga mengangkat isu peran perusahaan Tiongkok dalam krisis kecanduan obat fentanil di Amerika Serikat.

“Ini bukan pemerintah tapi ini perusahaan China,” tegasnya.

“Mereka memicu krisis fentanil yang meracuni masyarakat di seluruh Amerika Serikat,” katanya.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer menuduh perusahaan-perusahaan Tiongkok “menyulut” krisis kecanduan narkoba di Amerika Serikat, ketika ia bertemu dengan para pejabat di Shanghai pada kunjungan pertama ke negara tersebut.

Schumer adalah pejabat tinggi Amerika terbaru yang mengunjungi Tiongkok ketika Washington berupaya meredakan ketegangan dengan Beijing.

Baca Juga :  Putin Kunjungi Xi Untuk Tunjukkan Kemitraan Tanpa Batas

Dia bertemu pada hari Sabtu dengan Chen Jining, kepala pejabat Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa di Shanghai, menurut sebuah laporan, menekankan bahwa Amerika Serikat “tidak ingin memisahkan perekonomian kita”.

Ia juga mengangkat isu peran perusahaan Tiongkok dalam krisis kecanduan obat fentanil di Amerika Serikat.

“Ini bukan pemerintah tapi ini perusahaan China,” tegasnya.

“Mereka memicu krisis fentanil yang meracuni masyarakat di seluruh Amerika Serikat,” katanya.

“Sangat Produktif”

Bloomberg telah melaporkan delegasinya sedang mencari pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Pesawat delegasi tersebut mendarat sore hari di Shanghai, pusat perekonomian Tiongkok, dan mereka disambut oleh Duta Besar AS Nicholas Burns.

Ketika ditanya mengenai ekspektasinya terhadap kunjungan tersebut, Schumer mengatakan ia mengharapkan adanya “diskusi yang sangat produktif”.

Mendampingi Schumer adalah Senator Partai Republik Mike Crapo, yang mewakili negara bagian Idaho – rumah bagi raksasa chip Micron, yang saat ini berada dalam baku tembak perselisihan AS-Tiongkok mengenai semikonduktor.

Baca Juga :  Hong Kong Tidak Perlu Tes Covid-19 Untuk Kedatangan

Empat senator lainnya bergabung dengan delegasi.

Tiongkok mengatakan pihaknya menyambut baik delegasi tersebut dan berharap hal ini dapat meningkatkan “pemahaman” para anggota parlemen terhadap negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Beijing mengatakan perjalanan tersebut akan “mendorong dialog dan pertukaran antara badan legislatif kedua negara, dan memberikan unsur positif ke dalam pengembangan hubungan Tiongkok-AS”.

Media AS melaporkan bahwa kelompok tersebut akan berupaya mengangkat isu-isu mulai dari iklim bisnis AS di Tiongkok hingga hak asasi manusia.

Delegasi tersebut juga akan singgah di Korea Selatan dan Jepang, The New York Times melaporkan, mengutip kantor para senator.

Ini adalah kunjungan terbaru dari serangkaian kunjungan pejabat AS ke Tiongkok, karena kedua belah pihak bertujuan untuk meredakan ketegangan di berbagai masalah keamanan dan ekonomi yang berada pada tingkat tertinggi selama bertahun-tahun.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keuangan Janet Yellen dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo, serta Utusan Iklim John Kerry, semuanya telah mengunjungi Tiongkok tahun ini.

Baca Juga :  Tsai Ing-Wen: Taiwan Akan Memastikan Perdamaian Regional

Dan Presiden Joe Biden pada hari Jumat mengatakan dia mungkin akan bertemu Xi di San Francisco pada bulan November ketika Washington dan Beijing berupaya memulihkan hubungan, namun menambahkan bahwa belum ada jadwal yang dijadwalkan.

“Belum ada pertemuan seperti itu yang direncanakan, tapi kemungkinan besar ada,” kata Biden kepada wartawan setelah ada laporan bahwa mereka akan bertemu pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di San Francisco.

Biden akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dari seluruh kawasan pada 16 November dan 17 November di kota California, dan spekulasi berkembang bahwa hal itu bisa menjadi tempat untuk pemulihan hubungan.

Gedung Putih telah mulai membuat rencana untuk mengadakan pertemuan di sela-sela KTT dalam upaya untuk menstabilkan hubungan, The Washington Post melaporkan, mengutip seorang pejabat yang mengatakan “itu cukup tegas”.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi diperkirakan akan mengunjungi Washington menjelang KTT APEC.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :