Pengamat: Petisi Kembalikan Metode Kerja WFH, Karena Macet

Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto SH.S.sos.MH.
Pemerhati masalah transportasi dan hukum AKBP (P) Budiyanto SH.S.sos.MH.

Jakarta|EGINDO.co Adanya Petisi,” Kembalikan Metode Kerja Work From Home “, di karena jalan macet sehingga tidak produktif, sedang tranding sudah ditandatangani kurang lebih 18.000 ( delapan belas ribu ) orang lebih.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto menjelaskan, dengan adanya petisi tersebut kita harus berpikir positiv ( positiv thingking ) karena sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam merespon permasalahan lalu lintas kaitannya dengan masalah kemacetan. Hanya yang menjadi problem permasalahan bahwa Work From Office ( WFO ) dan Work From Home ( WFH ) adalah menyangkut kepentingan orang banyak, sehingga perlu ada kajian yang matang.

Lanjutnya, dari prespektif transportasi dengan berkurangnya mobilitas orang dan sarana transportasi di jalan sudah dipastikan akan mengurangi tingkat kemacetan. Namun sekali lagi bahwa petisi tersebut mengandung atau menyangkut hajat orang banyak berkaitan dengan isue produktivitas atau sebaliknya sehingga perlu ada kajian.

Baca Juga :  Pengamat: Sistem E-TLE Akan Diberlakukan Di Ruas Jalan Tol

Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP ( P ) Budiyanto MH menjelaskan, perlu duduk bersama para pemangku kepentingan ( Polri, Perhubungan, Perindustrian, Perdagangan, Ketenagakerjaan ) untuk mengkaji dan mempublikasikan hasil kajian tentang petisi tersebut, sehingga masing – masing mengerti dan menyadari adanya subtansi petisi tersebut dan dapat dicarikan solusi terbaik.

Ia katakan, kita sama – sama tahu bahwa suatu entitas atau badan hukum ada yang bergerak dan menghasilkan jasa atau yang bergerak dalam bidang yang menghasilkan produk barang. Semua memerlukan ruang, berupa jalan untuk mobilitas orang maupun barang. Semua ini juga akan berdampak kepada masalah – masalah lalu lintas terutama masalah kemacetan.

ilustrasi kemacetan di jakarta

Ungkap Budiyanto, Problem kemacetan sangat komplek dari mulai pertumbuhan kendaraan bermotor yang tidak sebanding dengan pertambahan panjang jalan, disiplin pengguna jalan yang kurang, infrastruktur perlengkapan jalan yang digunakan tidak pada peruntukkannya, misal: trotoar untuk kaki lima, pedagang asongan, pangkalan ojek dan sebagainya.

Baca Juga :  Gempa Myanmar Kekurangan Bantuan, Korban Tewas Capai 2.700

“Sekali lagi bahwa adanya petisi untuk mengembalikan metode kerja WFH ( Work From Home ) karena kerja di kantor/ pabrik / Office ( Work From Office ) tidak produktif karena macet, tetap perlu kajian yang mendalam,”jelasnya.

Dikatakan Budiyanto, semangatnya sebenarnya sama, apabila kita berbicara masalah transportasi bukan hanya sekedar berbicara pergeseran orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan sarana transportasi namun memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan urat nadi kehidupan sehingga perlu didorong pada kegiatan yang produktif. Kita tidak boleh berpikir parsial dengan seakan – akan menyalahkan kemacetan.

Dengan adanya kajian tersebut diharapkan pengamat Budiyanto, ada solusi dengan tetap menjaga dinamika lalu lintas di jalan tetap dinamis dan aktivitas manusia tetap berjalan dengan baik dan produktif.

Baca Juga :  Rupiah Terkoreksi , Meningkatnya Imbal Hasil Obligasi AS

“Adanya kajian terhadap masalah tersebut ” Petisi ” secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan dan dapat memberikan solusi yang terbaik dan terciptanya suasana kerja yang produktif yang didukung oleh dinamika atau kinerja lalu lintas yang maksimal,”tegas Budiyanto.

@Sadarudin

Bagikan :
Scroll to Top