Pefindo: Pulp and Paper Memiliki Penerbitan Sebesar Rp5,26T

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)

Jakarta | EGINDO.co – Industri pulp and paper memiliki rencana penerbitan sebesar Rp5,26 triliun dari dua perusahaan. Lalu perusahaan pembiayaan non-multifinance sebesar Rp 4,66 triliun dari dua perusahaan dan konstruksi sebesar Rp 3 triliun yang juga dari dua perusahaan.

Hal itu terungkap dimana PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah mengantongi mandat penerbitan surat utang korporasi sebesar Rp42,28 triliun hingga Januari 2024. Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito menyebutkan, perusahaan dari sektor pertambangan tercatat memiliki rencana penerbitan surat utang paling besar.

Menurut Danan Dito adapun rencana penerbitan surat utang dari perusahaan sektor pertambangan, sebesar Rp6,6 triliun dari tiga perusahaan. Dimana jumlahnya paling besar dan berada pada urutan pertama. Kemudian, disusul oleh sektor perbankan senilai Rp5,5 triliun dari dua perusahaan. Adapun rencana penerbitan surat utang dari perusahaan sektor pertambangan, sebesar Rp6,6 triliun dari tiga perusahaan. Dimana jumlahnya paling besar dan berada di urutan pertama. Kemudian, disusul oleh sektor perbankan senilai Rp5,5 triliun dari dua perusahaan.

Baca Juga :  SpaceX Luncurkan Kru Stasiun Luar Angkasa Int'l Untuk NASA

Sedangkan untuk rencana penerbitan sektor multifinance sebesar Rp1,5 triliun dari dua perusahaan. Sektor telekomunikasi sebesar Rp1,95 triliun dari dua perusahaan dan sektor lainnya maka dengan demikian, total keseluruhan mandat yang sudah diterima oleh Pefindo pada Januari 2024 yaitu sebesar Rp 42,28 triliun dari 32 perusahaan. Adapun berdasarkan jenis surat utangnya, penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkontribusi paling besar dibandingkan dengan yang lainnya dengan nilai Rp20,71 triliun. Rencana penerbitan obligasi sebesar Rp14,15 triliun, PUB sukuk senilai Rp2,54 triliun, medium term notes (MTN) Rp2,2 triliun, dan sukuk sebesar Rp2,67 triliun.

Sementara itu mandat yang diperoleh dari BUMN dan BUMD sebesar Rp18,96 triliun dari 15 perusahaan dan untuk non-BUMN telah berkontribusi sebesar Rp 23,31 triliun dari 17 perusahaan dimana total penerbitan dari Januari hingga November 2023 sebesar Rp 120,6 triliun, dengan rincian diterbitkan oleh perusahaan BUMN total senilai Rp 36,07 triliun dan diterbitkan oleh perusahaan non-BUMN total senilai Rp 84,52 triliun.@

Baca Juga :  Hari Ini, Saham Bukalapak Ditutup Merosot 4,87 Persen

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :