Parlemen Sri Lanka Setuju Restrukturisasi Utang Dalam Negeri

Parlemen Sri Lanka
Parlemen Sri Lanka

Kolombo | EGINDO.co – Parlemen Sri Lanka menyetujui rencana restrukturisasi hutang dalam negeri pada hari Sabtu (1 Juli) yang sangat penting untuk melanjutkan dana talangan sebesar US$2,9 milyar dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Rencana tersebut disahkan dengan mayoritas 122 suara di parlemen yang beranggotakan 225 orang.

Sri Lanka jatuh ke dalam krisis keuangan terburuk dalam lebih dari tujuh dekade terakhir tahun lalu setelah cadangan dolar negara tersebut menyusut ke rekor terendah, memicu protes massal, gagal bayar utang luar negeri dan pengunduran diri mantan presidennya.

Untuk menempatkan utangnya pada pijakan yang berkelanjutan dan lolos dari tinjauan IMF, Sri Lanka meluncurkan sebuah kerangka kerja restrukturisasi utang dalam negeri yang telah lama dinanti-nantikan pada hari Kamis lalu, yang berusaha untuk mengolah kembali sebagian dari utang domestik negara pulau ini yang berjumlah US$42 miliar.

Baca Juga :  Rusli Tan: RUU KIA Tidak Menguntungkan Karyawan Wanita

“Rencana restrukturisasi utang ini sangat penting bagi Sri Lanka untuk memenuhi target yang ditetapkan oleh perjanjian IMF untuk mengurangi utang dari 128% PDB saat ini menjadi 95% PDB pada tahun 2023,” kata Menteri Keuangan Shehan Semasinghe kepada parlemen.

“Kami melakukan hal ini sambil melindungi bank-bank, deposan, dan dana pensiun.”

Sumber : CNA/SL

Bagikan :