Microsoft investasi US$1,7 miliar pada Cloud dan AI di Indonesia

CEO Microsoft, Satya Nadella
CEO Microsoft, Satya Nadella

Jakarta | EGINDO.co – Microsoft akan menginvestasikan US$1,7 miliar di Indonesia untuk memberdayakan negara Asia Tenggara dengan layanan cloud dan kecerdasan buatan, termasuk dengan membangun pusat data, kata kepala eksekutif Satya Nadella pada Selasa (30 April).

Jakarta adalah perhentian pertama Nadella dalam perjalanannya ke negara-negara Asia Tenggara ketika perusahaan Amerika tersebut mempromosikan teknologi AI generatifnya untuk meningkatkan pertumbuhan. Dia dijadwalkan mengunjungi Malaysia dan Thailand akhir pekan ini.

Microsoft akan memperluas investasinya pada pusat data dan komputasi awan di Indonesia sebesar US$1,7 miliar “untuk menghadirkan infrastruktur AI terbaru dan terhebat di Indonesia,” kata Nadella di ibu kota Indonesia, Jakarta.

“Jadi kami akan memimpin gelombang ini dalam hal infrastruktur AI yang dibutuhkan.”

Baca Juga :  PBB Kutuk Langkah Rusia Mencaplok Sebagian Ukraina

Nadella bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan para menteri kabinetnya pada hari Selasa, untuk membahas penelitian bersama AI dan pengembangan bakat, kata Menteri Komunikasi Budi Arie Setiadi kepada wartawan.

Microsoft akan melatih 2,5 juta orang di Asia Tenggara tentang penggunaan AI pada tahun 2025, kata Nadella.

Microsoft mencoba memperluas dukungannya terhadap pengembangan AI secara global, termasuk dengan investasi senilai US$2,9 miliar pada infrastruktur cloud dan AI di Jepang dan investasi senilai US$1,5 miliar pada perusahaan AI G42 yang berbasis di UEA.

Kunjungan Nadella ke Jakarta terjadi dua minggu setelah CEO Apple Tim Cook bertemu dengan Widodo dan mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia.

Baca Juga :  Yiyok: Museum Kini Jadi Tempat Kekinian

Indonesia memiliki populasi besar dan paham teknologi, menjadikan negara Asia Tenggara ini sebagai target pasar utama untuk investasi terkait teknologi.

Pekan lalu, Microsoft mengalahkan perkiraan Wall Street untuk pendapatan dan laba kuartal ketiga, didorong oleh keuntungan dari penerapan kecerdasan buatan di seluruh layanan cloud-nya.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :