Analis: IHSG Berpeluang Naik Jelang Pengumuman BI Rate

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan berpeluang untuk naik hari ini. Setelah dalam penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG mengalami penurunan tajam 1,11 persen (80,65 poin) ke level 7.186.

Penurunan IHSG, menurut Tim Analis BNI Sekuritas, karena masih terjadi net sell (jual bersih) oleh investor asing.   Net sell mencapai Rp1,21 triliun dengan saham yang  paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, dan TLKM.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan) cenderung menguat ditengah ekspektasi BI pertahankan suku bunga hari ini. Level support IHSG di 7.150-7.170, sedangkan level resist berada di 7.230-7.300,” kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, Rabu (22/5/2024).

Baca Juga :  Filipina Hidupkan Pembangkit Nuklir Jika Marcos Presiden

​Hari ini, Bank Indonesia akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Mei. Para analis memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga (BI Rate) di level 6,25 persen.

Pelaku pasar juga sedang menantikan risalah hasil pertemuan kebijakan moneter Bank sentral AS yang akan diumumkan Kamis besok. Sikap pasar yang wait and see mempengaruhi pergerakan indeks saham di bursa global.

Bursa saham di Wall Street, Amerika Serikat kompak menguat pada perdagangan Selasa. Dow Jones naik 0,17 persen, S&P 500 Index naik 0,25 persen dan Nasdaq Composite naik 0,22 persen.

“Pergerakan positif terjadi ketika investor menunggu hasil pendapatan perusahaan software Nvidia (NVDA) Rabu ini. Laporan Nvidia  diperkirakan akan mendorong pergerakan besar pada harga sahamnya dan mendorong nilai saham lainnya secara lebih luas,” ujar Fanny.

Baca Juga :  Utusan Myanmar Untuk London : Militer Merebut Kedutaan

Selain itu, gelombang laporan triwulanan dari peritel memberikan beberapa wawasan mengenai keadaan konsumen dan kesehatan perekonomian. Penjualan Lowe’s (LOW) turun, kurang dari perkiraan karena warga Amerika yang sedang kekurangan uang.

Kondisi berbeda terjadi di pasar modal Asia-Pasifik yang terkoreksi pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 turun 0,31 persen, Topix melemah 0,30 persen.  dan Hang Seng Hong Kong merosot signifikan 2,12 persen.

Shanghai Composite Tiongkok turun 0,42 persen dan KOSPI Korea Selatan melemah 0,65 persen. Begitu pula dengan indeks ASX 200 Australia yang berkurang 0,15 persen.

“Investor di Asia mengamati dampak limpahan terhadap perusahaan-perusahaan di rantai nilai Nvidia. Di antaranya TSMC dan Foxconn dari Taiwan, serta Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan,” ucap Fanny.

Baca Juga :  Malaysia Minta Meta Dan TikTok Buat Rencana Terkait Konten Berbahaya

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :