Zulkifli Hasan Pastikan Penurunan Harga dan Kelancaran Distribusi Pupuk Bersubsidi di Lapangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi kios pupuk (Foto: Pupuk Indonesia)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi kios pupuk (Foto: Pupuk Indonesia)

Jakarta|EGINDO.co Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau secara langsung pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi di sejumlah daerah untuk memastikan kebijakan penurunan harga berjalan efektif dan tepat sasaran. Peninjauan tersebut dilakukan di beberapa gudang dan kios pupuk di Jombang dan Bondowoso (Jawa Timur) serta Kulon Progo (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulhas memastikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi telah resmi diturunkan hingga 20 persen secara nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pemerintah telah menurunkan harga pupuk Urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, atau sekitar Rp90.000 per zak 50 kilogram, dan harga pupuk NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap para petani agar mereka dapat memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Zulhas saat meninjau salah satu kios di Jombang.

Ia menegaskan bahwa stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman dan mencukupi, bahkan berlebih untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam. Pemerintah, kata dia, membuka kesempatan bagi petani yang membutuhkan tambahan kuota pupuk untuk mengajukan permintaan resmi melalui dinas pertanian setempat.

Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah kini telah menerapkan sistem distribusi digital berbasis KTP guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berlangsung transparan dan tepat sasaran. Sistem ini memungkinkan pemantauan penyaluran secara real-time, sehingga dapat mencegah praktik percaloan maupun permainan harga di lapangan.

“Dengan sistem distribusi digital dan kebijakan penurunan harga ini, pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan pupuk benar-benar diterima oleh petani yang berhak. Kita tidak ingin ada lagi makelar atau tengkulak yang mengambil keuntungan di luar ketentuan,” tegasnya.

Kebijakan tersebut disambut positif oleh para petani di wilayah yang dikunjungi. Mereka mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai sangat membantu dalam menekan biaya produksi serta menjaga keberlanjutan hasil panen.

“Sekarang pupuk lebih mudah didapat dan harganya lebih ringan. Kami sangat terbantu, terutama menjelang musim tanam,” ungkap salah satu petani di Bondowoso.

Langkah pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung target swasembada yang dicanangkan pemerintah. (Sn)

Scroll to Top