Waspada Virus Nipah, Dinkes DKI Ingatkan Dampak Risiko Kesehatan terhadap Aktivitas Ekonomi

virus nipah

Jakarta|EGINDO.co Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penularan Virus Nipah, seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya pencegahan dinilai krusial untuk menjaga stabilitas produktivitas tenaga kerja dan mencegah gangguan pada sektor pangan serta kesehatan publik.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berisiko tinggi yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarindividu, dengan tingkat fatalitas yang signifikan. Menurutnya, konsumsi buah yang rusak atau terbuka berpotensi menjadi jalur penularan karena dapat terkontaminasi air liur atau gigitan kelelawar pemakan buah.

Penularan virus ini tidak hanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, tetapi juga lewat makanan dan minuman yang tercemar serta interaksi dekat dengan pasien. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan beban ekonomi, mulai dari meningkatnya biaya layanan kesehatan hingga menurunnya produktivitas akibat sakit atau pembatasan aktivitas.

Gejala awal Virus Nipah umumnya berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius hingga radang otak (ensefalitis), yang membutuhkan perawatan intensif dan berbiaya tinggi.

Sejalan dengan peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci buah sebelum dikonsumsi serta menghindari kontak dengan hewan yang sakit. Langkah pencegahan ini dinilai penting tidak hanya untuk melindungi kesehatan individu, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi dan menghindari tekanan tambahan pada sistem kesehatan nasional.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada Virus Nipah setelah melakukan kontak berisiko, guna mencegah penularan lebih luas yang dapat berdampak pada sektor sosial dan ekonomi. (Sn)

Scroll to Top