Warga Terjebak Di Hutan PMI Lebak Lakukan Evakuasi

Ketua PMI Kabupaten Lebak Haryono di Lebak
Ketua PMI Kabupaten Lebak Haryono di Lebak

Lebak | EGINDO.co – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lebak, Banten, mengevakuasi masyarakat Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong yang terjebak di kawasan hutan Cibanung untuk menyelamatkan diri pasca-banjir bandang dan longsor yang terjadi Rabu (1/1).

“Semua warga yang terjebak di kawasan hutan itu dievakuasi ke Posko Pengungsian GOR Futsal Desa Banjar Irigasi dan Dodiklatpur, Ciuyah,” kata Ketua PMI Kabupaten Lebak Haryono di Lebak, Kamis.

Masyarakat yang terjebak di kawasan hutan tersebut sebanyak 150 orang dan kondisi mereka cukup lemas dan diantaranya sakit.

Sebab, mereka selama terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor persedian kebutuhan logistik relatif terbatas juga curah hujan cenderung meningkat.

Mereka warga yang terjebak di kawasan hutan Cibanung itu terdiri anak-anak hingga usia lanjut untuk menyelamatkan diri setelah pemukimanya diterjang banjir bandang dan longsor.

Namun, beruntung mereka selamat setelah berlari ke kawasan hutan Cibanung.

“Kami melakukan evakuasi warga Cigobang itu bersama Basarnas, TNI dan Polri,” katanya.

Menurut dia, PMI Kabupaten Lebak melibatkan sebanyak 22 orang melakukan evakuasi di sejumlah pemukiman yang terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Namun, bencana alam itu terparah sejumlah pemukiman Kecamatan Lebak Gedong, karena sebagai kawasan hulu Sungai Ciberang.

Bahkan, diantaranya 10 orang yang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor merupakan warga Kecamatan Lebak Gedong.

“Kami saat ini masih menerjunkan anggota PMI di Kecamatan Lebak Gedong untuk menyalurkan bantuan logistik ke pengungsian yang masih bertahan,” tambahnya.

Saprudin, warga Cigobang Desa Banjarsari Kecamatan Lebak Gedong mengaku bahwa dirinya merasa lega setelah dievakuasi ke Posko Pengungsian GOR Futsal Desa Banjar Irigasi, karena terpenuhi kebutuhan makan sehari-hari,terlayani kesehatan juga tidak kedinginan.

Sebab, dirinya bersama anggota keluarga selama beberapa hari menyelamatkan ke kawasan hutan Cibanung kekurangan persediaan logistik dan kedinginan karena mendirikan tenda seadanya.

Masyarakat Cigobang terpecah ketika bencana banjir dan tanah longsor terjadi Rabu (1/1) pagi, sebagian berlarian ke kawasan hutan sebagian ke lokasi lain.

“Kami dan keluarga sekarang belum memikirkan untuk kembali ke pemukiman, karena dipastikan rumahnya mengalami kerusakan,” ujar Saprudin. Ant/kj