Wahid Mendirikan Sanggar Murtitomo, Dapat Dukungan Ekamas Fortuna, Unit Usaha APP Group

Wahid Mendirikan Sanggar Murtitomo
Wahid Mendirikan Sanggar Murtitomo

Jakarta | EGINDO.co – Sanggar Murtitomo yang didirikan oleh Ahmad Soleh (43). Pria yang juga disapa Wahid mengatakan tujuan didirikan sanggar ini adalah melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya lokal yang semakin terpinggirkan oleh modernisasi. Wahid mengakui dirinya keturunan seniman ludruk, mengaku telah memiliki kecintaan mendalam terhadap seni sejak kecil.

“Bapak saya seorang seniman ludruk, dan saya merasa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan warisan seni tersebut,” ungkap Wahid dalam keterangan tertulisnya yang dilansir EGINDO.co pada Selasa (23/7/2024).

Dikatakan Wahid, dalam perjalanan mendirikan Sanggar Murtitomo, dia mendapatkan dukungan dari PT Ekamas Fortuna, unit usaha APP Group yang berlokasi di Kabupaten Malang. “Dengan bantuan CSR dari PT Ekamas Fortuna, kami dapat membangun sanggar ini dan memberikan fasilitas yang memadai bagi anak-anak untuk berkarya,” jelas Wahid.

Baca Juga :  KPK: Kumpulkan Bukti Kasus Korupsi Pengadaan Tanah BUMD DKI

Sementara itu, Head of General Services PT Ekamas Fortuna Yohanes Repelitanto mengaku senang dapat mendukung keberadaan Sanggar Murtitomo serta ikut berkontribusi melestarikan kesenian tradisional. “Upaya ini sejalan dengan komitmen kami untuk berkontribusi positif bagi komunitas lokal. Kami melihat semangat Wahid dalam mengembangkan seni budaya Malang, baik berupa topeng maupun tari, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan inspiratif ini,” tuturnya.

Selain bantuan dalam bentuk fasilitas, PT Ekamas Fortuna kerap kali melibatkan Sanggar Murtitomo tampil di berbagai acara tingkat kabupaten ataupun sejenisnya. “Dengan mengundang mereka, kami berharap dapat lebih memperkenalkan dan mengapresiasi seni budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” tambah Yohanes.

Siapa sangka, keberadaan Sanggar Murtitomo memikat penikmat seni dari Amerika, Singapura, dan Australia. Mereka tidak hanya datang untuk membeli karya-karya seni yang ada, tetapi juga tertarik melihat langsung proses pembuatan karya seni tersebut. Diketahui, Sanggar Murtitomo yang berlokasi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, memproduksi berbagai properti seni tradisional seperti Topeng, Reog, Bantengan, Barongan, dan Jaranan. Aneka kreasi seni tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai topeng seharga dari Rp 250 ribu hingga barongan seharga Rp 2 juta.

Baca Juga :  AS Dan Taiwan Akan Dialog Ekonomi Putaran Kedua Minggu Depan

Selain melestarikan seni, Sanggar Murtitomo memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kurang beruntung, termasuk mereka yang pernah bermasalah dengan hukum. “Kami memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan kepada mereka agar dapat memiliki kesempatan yang lebih baik lagi,” tambah Wahid.

Melalui pelatihan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga harapan dan kesempatan untuk masa depan yang lebih cerah. Wahid juga mengajarkan seni tari kepada anak-anak dan pemuda di sanggar. “Dengan mengajarkan seni tari, saya berharap mereka bisa lebih mencintai dan menghargai budaya kita,” ujar Wahid.

Wahid memastikan anak-anak di sanggar mendapatkan keterampilan yang beragam dan terus berkembang. Sanggar Murtitomo juga memanfaatkan sumber daya lokal dan limbah untuk bahan baku, seperti kayu sengon dan kayu dadap cangkering. “Pendekatan ini mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberdayakan komunitas lokal,” kata Wahid.

Baca Juga :  Donetsk Dan Lugansk Merayakan Pengakuan Rusia

Wahid memiliki visi besar untuk Sanggar Murtitomo. Ia berharap dapat mendirikan lembaga pendidikan formal untuk anak-anak seniman agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak anak-anak seniman yang pendidikannya terbengkalai dan berharap bisa mendirikan lembaga pendidikan formal untuk mereka.@

Rel/fd/timEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top