Volatilitas Kripto Saat Ramadan Cenderung Terkonsentrasi di Awal Periode, Investor Diminta Waspada

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan pasar kripto selama Ramadan kembali menjadi sorotan. Secara historis, bulan suci ini kerap diwarnai fluktuasi harga yang cukup tajam pada fase awal, sebelum akhirnya pasar bergerak tidak menentu dan kehilangan tenaga menjelang akhir periode.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengungkapkan bahwa Ramadan bukanlah variabel fundamental yang menentukan arah jangka panjang aset kripto. Namun demikian, pola musiman tetap terlihat dari data beberapa tahun terakhir.

Dalam enam dari tujuh periode Ramadan sepanjang 2019 hingga 2025, Bitcoin tercatat mengalami lonjakan volatilitas pada awal bulan. Setelah itu, harga cenderung bergerak dalam pola naik-turun (choppy) sebelum melemah atau kehilangan momentum saat mendekati akhir Ramadan.

“Yang relatif konsisten bukan arah kenaikannya, melainkan pola pergerakannya. Volatilitas biasanya terkonsentrasi di awal, lalu pasar memasuki fase kelelahan sebelum menentukan tren selanjutnya,” ujar Calvin, Jumat (27/2/2026).

Sejumlah indikator on-chain menunjukkan adanya penurunan tekanan beli serta berkurangnya aktivitas jaringan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa reli harga yang terjadi berpotensi rapuh apabila tidak disertai peningkatan partisipasi pasar.

Data dari CoinMetrics juga mencatat penurunan volume transaksi dan perlambatan pertumbuhan alamat aktif dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, laporan Glassnode memperlihatkan bahwa rasio keuntungan investor jangka pendek mulai menurun, menandakan adanya aksi ambil untung di tengah pasar yang belum solid.

Secara global, sentimen investor kripto juga masih dipengaruhi faktor makroekonomi seperti arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika likuiditas global. Dengan kata lain, Ramadan lebih berperan sebagai faktor musiman, bukan katalis utama pembentukan tren jangka panjang.

Pelaku pasar disarankan untuk tidak hanya mengandalkan pola historis Ramadan sebagai dasar pengambilan keputusan. Analisis teknikal untuk membaca level support-resistance, serta evaluasi fundamental proyek kripto, tetap menjadi pendekatan utama.

Selain itu, manajemen risiko menjadi kunci di tengah volatilitas yang berpotensi tinggi pada fase awal Ramadan. Penggunaan stop-loss, pengaturan ukuran posisi, serta diversifikasi portofolio dinilai penting guna menjaga stabilitas investasi.

Dengan struktur pergerakan yang cenderung berulang—gejolak di awal, fase konsolidasi, lalu potensi pelemahan—investor diimbau untuk lebih disiplin dan tidak terbawa euforia sesaat. Ramadan mungkin menghadirkan dinamika musiman, namun arah pasar kripto pada akhirnya tetap ditentukan oleh kekuatan fundamental dan arus likuiditas global. (Sn)

Scroll to Top