Hanoi | EGINDO.co – Konglomerat terbesar Vietnam, Vingroup, tengah berupaya mengembangkan energi terbarukan dan pembangkit listrik tenaga gas alam cair, kata perusahaan itu pada Selasa, dalam usaha pertamanya di sektor energi.
Surat kabar milik pemerintah VietnamNet telah melaporkan bahwa perusahaan itu tengah mencari persetujuan dari pemerintah untuk menambahkan proyek-proyek yang diusulkannya ke dalam rencana pengembangan tenaga listrik nasional yang sedang direvisi, mengutip dokumen yang diserahkan perusahaan itu kepada pemerintah.
Menanggapi permintaan komentar Reuters, Vingroup mengatakan bahwa pihaknya “tertarik dan sedang mempelajari masalah ini” dan akan memberikan informasi lebih lanjut di lain waktu.
Menurut VietnamNet, proyek-proyek itu meliputi pembangkit listrik tenaga gas alam cair (LNG) 5 gigawatt senilai $5,5 miliar di Kota Haiphong, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2030 dan proyek-proyek dengan kapasitas energi terbarukan 20,5 GW yang akan dikembangkan pada tahun 2030 dengan investasi $20 miliar hingga $25 miliar.
Surat kabar itu tidak menyebutkan berapa banyak pembangkit atau jenis energi terbarukan yang akan dibangun.
Vingroup, yang dulunya merupakan konglomerat real estat dan ritel, telah berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar di Vietnam dan merupakan induk dari pembuat kendaraan listrik VinFast yang terdaftar di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sebesar $8,45 miliar.
Sumber : CNA/SL