Thoothukudi, India | EGINDO.co – Produsen kendaraan listrik Vietnam, VinFast, memulai operasi di pabrik baru di India, pabrik pertamanya di luar negeri, pada hari Senin, dan menyatakan harapannya untuk mendapatkan lebih banyak suku cadang secara lokal, serta telah menerima pesanan dari Sri Lanka, Nepal, dan Mauritius.
Produsen mobil yang merugi ini telah berjuang untuk menembus pasar-pasar maju di Barat, dan penetrasinya ke India, pasar otomotif terbesar ketiga di dunia, akan menjadi ujian utama bagi popularitas dan ketajaman bisnis kendaraannya.
Pabrik di Thoothukudi, negara bagian Tamil Nadu, memiliki kapasitas awal untuk memproduksi 50.000 kendaraan listrik per tahun, yang dapat ditingkatkan hingga 150.000 unit. Kendaraan pertamanya adalah dua SUV listrik premium, VF 7 dan VF 6.
VinFast telah berbicara dengan beberapa pemasok komponennya, dan beberapa ingin mengalihkan sebagian produksi mereka ke kawasan industri di India, CEO VinFast Asia, Pham Sanh Chau, mengatakan kepada Reuters.
Perusahaan berencana untuk meluncurkan mobil ke ruang pamer di India akhir bulan ini, tambahnya. Harga kendaraan tersebut belum diungkapkan.
Meskipun pesanan dari negara lain berarti pabrik tersebut dapat berkembang menjadi pusat ekspor, fokus utama VinFast tetap pada pelanggan India, kata Chau.
Tahun lalu, VinFast sepakat dengan negara bagian Tamil Nadu untuk berinvestasi $500 juta selama lima tahun dan mengupayakan investasi hingga $2 miliar.
Kesuksesan di India akan menjadi kunci jika ingin memenuhi target pengiriman globalnya sebanyak 200.000 mobil untuk tahun 2025. Perusahaan menjual sekitar 72.100 unit pada paruh pertama tahun ini, terutama di pasar domestiknya.
Didukung oleh konglomerat terbesar Vietnam, Vingroup, VinFast berencana untuk membangun pabrik di Indonesia dan beroperasi pada akhir tahun, kata Chau. Namun, produksi di AS telah ditunda hingga tahun 2028.
Perusahaan tersebut juga menyatakan rencananya untuk memperluas bisnis lainnya ke India, termasuk layanan transportasi daring listrik.
Sumber : CNA/SL