Hanoi | EGINDO.co – Vietnam dan AS hampir merampungkan negosiasi terkait kesepakatan perdagangan, ujar Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Gia Tuc pada hari Rabu (14 Oktober) dalam sebuah acara di Hanoi, meskipun para pejabat AS tampak lebih berhati-hati.
Vietnam telah mengirimkan draf akhir perjanjian tersebut kepada pihak AS, kata Tuc dalam sebuah forum bisnis di Hanoi.
“Kami berharap AS terus menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi produk-produk Vietnam untuk mengakses pasar AS secara stabil dan berkelanjutan,” ujar Tuc.
Tuc juga menyatakan harapannya agar AS melakukan penilaian yang objektif dan seimbang dalam penyelidikan *Section 301* (Bagian 301) terkait berbagai isu, termasuk kelebihan kapasitas industri dan hak kekayaan intelektual di Vietnam.
Jennifer Wicks, Duta Besar AS untuk Vietnam, mengatakan dalam acara tersebut bahwa “pemerintah kami terus menegosiasikan kesepakatan mengenai perdagangan timbal balik.”
Ia mendesak Vietnam untuk menyesuaikan kerangka regulasinya terkait perlindungan data guna menarik investasi dan memungkinkan dunia usaha menerapkan teknologi baru secara efisien.
Perusahaan-perusahaan teknologi AS telah berulang kali memperingatkan bahwa pembatasan ketat Vietnam terhadap transfer data lintas batas menghambat investasi di negara tersebut.
Wicks juga mendesak Vietnam untuk mengembangkan kebijakan yang dapat diprediksi serta aturan penetapan harga yang stabil guna mendukung investasi asing di sektor energinya yang sedang berkembang.
Vietnam telah bertahun-tahun bernegosiasi dengan calon investor asing mengenai harga pembelian listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik. Negara itu juga telah memangkas subsidi harga secara retroaktif bagi sejumlah investor di bidang energi terbarukan.
David Fogel, Asisten Menteri Perdagangan AS, mengatakan dalam acara tersebut bahwa ia “optimistis” kedua negara akan terus bekerja sama dalam kesepakatan perdagangan. Negosiasi ini telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.
AS merupakan pasar ekspor terbesar bagi Vietnam yang sangat bergantung pada ekspor, dan Fogel memperingatkan bahwa defisit perdagangan AS dengan Vietnam adalah yang terbesar dibandingkan dengan mitra dagang lainnya. Surplus perdagangan Vietnam dengan AS mencapai US$122,6 miliar pada tiga kuartal pertama tahun ini, menurut data bea cukai pemerintah Vietnam.
Ia mendesak perusahaan-perusahaan Vietnam untuk lebih banyak berinvestasi di AS, seraya menambahkan bahwa “kami berharap dapat bekerja sama dengan Vietnam untuk menghadirkan perangkat keras *super-intelligence* kelas dunia dan solusi inovatif” ke Vietnam.
Sumber : CNA/SL