Varian Covid Inggris Mendominasi Amerika Pada Maret 2021

Konfeti beterbangan di sekitar bola dan jam hitung mundur di Times Square saat acara Malam Tahun Baru virtual di Manhattan, New York City, New York, Amerika Serikat
Konfeti beterbangan di sekitar bola dan jam hitung mundur di Times Square saat acara Malam Tahun Baru virtual di Manhattan, New York City, New York, Amerika Serikat

Chicago, | EGINDO.co  – Varian baru virus corona yang sangat menular dan pertama kali terdeteksi di Inggris dapat menjadi varian dominan di Amerika Serikat pada Maret 2021, seperti diperingatkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).  Varian yang dikenal sebagai B.1.1.7 itu diyakini dua kali lebih menular dari versi virus saat ini yang beredar di AS. Sejauh ini, 76 orang dari 10 negara bagian AS terinfeksi virus varian COVID-19 Inggris.

Penyebarannya yang cepat dapat menambah beban sumber daya kesehatan pada saat infeksi melonjak, semakin melemahkan sumber daya kesehatan yang kewalahan. Keadaan itu sekaligus meningkatkan kepentingan semua pihak untuk mematuhi strategi mitigasi dengan lebih baik, seperti penjagaan jarak fisik dan penggunaan masker, demikian laporan mingguan CDC mengenai penyakit dan korban meninggal.

Varian yang mudah sekali menular itu juga meningkatkan persentase populasi yang harus divaksin agar dapat mencapai kekebalan kelompok pelindung guna mengendalikan pandemi, kata CDC. “Tingginya penularan varian B.1.1.7 memaksa implementasi strategi kesehatan publik yang teliti untuk mengurangi penularan sekaligus mengurangi potensi dampak B.1.1.7, memakan waktu kritis untuk meningkatkan cakupan vaksinasi,” tulis pejabat kesehatan AS.

Varian itu, yang meliputi sejumlah perubahan genetik, membuat virus lebih dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Perubahan itu tidak diyakini bisa menyebabkan penyakit lebih parah, tetapi tingkat transmisi yang lebih tinggi akan berarti lebih banyak kasus dan lebih banyak kematian, menurut [email protected]

rtr.ant.TimEGINDO.co