Usai Temuan Audit Keuangan Rp 9 Triliun, Danantara Benahi PT Pos Indonesia

Kantor Pos Kantor Cabang Utama (KCU) Medan provinsi Sumatera Utara. (Foto: Fadmin Malau)
Kantor Pos Kantor Cabang Utama (KCU) Medan provinsi Sumatera Utara. (Foto: Fadmin Malau)

Jakarta | EGINDO.com – Usai adanya temuan audit keuangan Rp 9 triliun, Danantara membenahi PT Pos Indonesia. BP BUMN bersama Danantara melakukan pembenahan PT Pos Indonesia. Langkah itu dilakukan menyusul laporan manajemen baru PT Pos Indonesia terkait hasil audit yang menemukan adanya penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 dengan nilai mencapai Rp 9 triliun.

Adapun penyesuaian tersebut merupakan bagian dari proses pembersihan sekaligus pemulihan catatan keuangan perusahaan. Untuk memastikan proses pembenahan berjalan sesuai arah yang ditetapkan, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi. Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis guna mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mencakup aspek tata kelola, kondisi keuangan, hingga penguatan model bisnis.

Dony menegaskan transformasi PT Pos Indonesia harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar permasalahan yang selama ini menjadi tantangan perusahaan. Menurutnya, perubahan yang dilakukan bukan sekadar perbaikan di permukaan, melainkan langkah mendasar untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya dalam siaran pernya yang dilansir EGINDO.com pada Minggu (26/7/2026)bahwa transformasi yang dilakukan pihaknya bukan transformasi yang setengah-setengah. Pembenahan PT Pos Indonesia diarahkan pada strategi penataan keuangan yang lebih efektif dan efisien untuk menekan beban biaya perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Katanya salah satu langkah menjadi perhatian adalah pemanfaatan skema intercompany untuk mempercepat pengurangan utang perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pengelolaan keuangan PT Pos Indonesia dapat menjadi lebih sehat dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

Dony menekankan bahwa seluruh program perbaikan harus berfokus pada penguatan fundamental bisnis serta memiliki target yang jelas dan terukur agar pelaksanaannya dapat dipantau secara konsisten. Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Melalui proses pembenahan yang komprehensif tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia mampu memperkuat fondasi bisnis, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing perusahaan.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top