Jakarta|EGINDO.co Mantan Kasubdit Bin Gakkum Akbp ( p ) Budiyanto SSOS.MH yang juga selaku Pemerhati masalah transportasi dan hukum menjelaskan, Adanya prediksi peningkatan pergerakan masyarakat kurang lebih: 14,2 % selama libur lebaran tahun 2023 yang mencapai 123,8 juta dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencapai: 85,5 juta. Situasi ini tentunya mendorong para pemangku kepentingan untuk melakukan upaya agar pergerakan lalu lintas tetap lancar tidak terjadi penumpukan pada waktu dan pada ruas jalan tertentu.
Ia katakan, Bagaimana caranya mendistribusikan arus pada waktu dan pada ruas penggal jalan tertentu baik pada saat arus mudik maupun balik. Secara umum dalam hal ini Kementrian Perhubungan telah mempersiapkan langkah – langkah:
a.Mempersiapkan sarana transportasi.
b.Mempersiapkan aspek keselamatan.
c.Manajemen rekayasa lalu lintas, dan
d.Kebijakan lainnya.

Ungkap Budiyanto, Beberapa hal yang lebih teknispun dipersiapkan untuk mencegah agar tidak terjadi penumpukan atau kemacetan pada waktu dan ruas penggal jalan tertentu. Upaya – upaya yang bersifat teknis, antera lain:
1.Memberikan diskon bagi pengguna jalan tol Jakarta – Cikampek sebesar 20 %. Arus mudik tanggal 16 sampai dengan 18 April 2023 dari jam 06.00 wib dan arus balik tanggal 27 sampai dengan 29 April 2023 jam 06.00 wib.
2.Mengatur bagi pengguna Rest area direkomendasikan paling lama 30 menit.
3.Memberlakukan rekayasa dengan memberlakukan skema Ganjil – genap.
4.Monitoring perjalanan dalam ruas jalan tol.
5.Menghimbau agar mudik dan balik menghindari waktu arus puncak.
6.Mendirikan pos- pos pantau dan pelayanan sepanjang rute mudik dan balik.
7.Memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan skema SSA atau Contra flow.
Lanjutnya, Langkah tersebut sebagai upaya untuk membagi arus lalu lintas agar terjadi pemerataan atau pendistribusian arus yang merata pada ruas penggal jalan yang telah ditentukan / tersedia sesuai dengan jangkauan kapasitas. “Dengan demikian kemacetan dapat dicegah dan dihindari,”ujar Budiyanto.
@Sadarudin