Unit China Evergrande Mulai Proses Hukum Terhadap Induknya

Evergrande Property Services
Evergrande Property Services

Beijing | EGINDO.co – Evergrande Property Services mengatakan pada hari Jumat (26 Januari) unitnya telah memulai proses hukum terhadap induknya, China Evergrande, untuk memulihkan jaminan gadai pada sertifikat deposito sebesar 11,4 miliar yuan (US$1,59 miliar).

Tuntutan hukum tersebut, yang juga melibatkan unit-unit China Evergrande lainnya termasuk Hengda Real Estate, muncul menjelang kasus penting pada hari Senin di mana hakim akan memutuskan apakah akan melikuidasi pengembang properti Tiongkok yang sedang diperangi tersebut.

Pada akhir November, Jinbi Property Management, unit lain dari Evergrande Property Services, juga memulai proses pemulihan jaminan gadai sertifikat deposito sekitar 2 miliar yuan.

Pada bulan Februari tahun lalu, perusahaan induk Evergrande mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan Evergrande Property Services untuk membayar kembali dana tersebut.

Baca Juga :  Para Pakar Bahas Gayo Prasejarah, Budaya Panen Raya Kopi

Pada Juli 2022, Evergrande mengungkapkan bahwa simpanan sekitar 13,4 miliar yuan milik unit properti tersebut digunakan sebagai jaminan jaminan gadai oleh grup tersebut.

Evergrande Property Services telah menerima pemberitahuan dari Pengadilan Menengah Rakyat Guangzhou di provinsi Guangdong yang secara resmi menerima pengajuan kasus tersebut, katanya pada hari Jumat.

Dalam pernyataan terpisah, Evergrande Property Services mengatakan unitnya telah menerima pemberitahuan pajak karena tidak memberikan dokumen pendukung yang mengakui kerugian utang macet dan pengurangan pajak untuk simpanan senilai 13,4 miliar yuan dari tahun 2021 hingga 2023.

Evergrande Property Services mengatakan ada risiko pajak penghasilan perusahaan kurang dibayar sekitar 650 juta yuan untuk tahun 2021 dan 2022, bersama dengan biaya keterlambatan pembayaran terkait, dan mungkin harus memperbaiki pengajuan pajak.

Baca Juga :  China Evergrande Tidak Dapat Menerbitkan Surat Utang Baru

Namun, laporan laba rugi tahun 2021 dan 2022 sudah sepenuhnya mencerminkan utang pajak, kata Evergrande Property Services.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :