ULN Indonesia Menyusut di Akhir 2025, Rasio Utang Kian Terkendali

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mencapai US$423,8 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar US$424,9 miliar. Data tersebut disampaikan pada Kamis, 15 Januari 2026, seiring evaluasi rutin kondisi pembiayaan eksternal nasional.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa secara tahunan ULN Indonesia masih tumbuh tipis sebesar 0,2 persen (year-on-year) dibandingkan posisi November 2024 yang berada di level US$423,1 miliar. Meski pertumbuhan relatif terbatas, struktur utang dinilai semakin terkendali dan sehat.

Bank Indonesia menegaskan bahwa perbaikan struktur ULN tercermin dari rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,3 persen, dari sebelumnya 29,4 persen pada Oktober 2025. Selain itu, dominasi utang jangka panjang tetap terjaga dengan porsi mencapai 86,1 persen dari total ULN.

Otoritas moneter bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal, terutama di tengah ketidakpastian global. Pengelolaan utang yang pruden diharapkan mampu menopang kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meminimalkan risiko dari tekanan eksternal. (Sn)

Scroll to Top