Lampung | EGINDO.co – Komunitas Relawan Tzu Chi Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas dari PT Konverta Mitra Abadi (KMA) mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan di sekitar Desa Mandah, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan di SDN Mandah, sebanyak 385 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan umum yang meliputi pengecekan kadar gula darah dan tekanan darah.
Ketika di lapangan, para relawan Tzu Chi juga menemukan beberapa warga yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti katarak. Melihat adanya kondisi ini, para relawan akan menindaklanjuti kebutuhan pasien tersebut dengan memberikan bantuan berupa operasi katarak.
Winarni Nanang Ermanto, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga istri Bupati Lampung Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial.
“Pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi dan generasinya harus sehat. Untuk itu sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas bantuan bakti sosial kesehatan untuk warga Kecamatan Natar ini. Alhamdulillah sekali atas kepeduliaannya hari ini,” kata Winarni Nanang Ermanto.
Sementara itu Rubiah dan Loso, sepasang suami istri paruh baya yang mendapat pelayanan kesehatan kali ini. Keduanya menderita katarak. Selain katarak, Rubiah menderita asam urat. Karena kali ini yang dilayani adalah kesehatan umum, untuk katarak, relawan berencana akan membantu operasinya sambil berkoordinasi dengan tiga anak Rubiah dan Loso yang kini sudah tinggal berjauhan.
Meski kali ini baru mendapat obat untuk asam uratnya, Rubiah sangat bersyukur bisa berobat gratis ini. Sebetulnya ia masih agak trauma. Ia pernah dibantu orang, tetapi pada akhirnya diminta untuk membayar.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya pengobatan ini, akhirnya saya bisa berobat. Saya dulu trauma dengan pengobatan gratis tapi ujung-ujungnya disuruh bayar. Saya bersyukur karena pengobatan gratis ini benar-benar gratis. Saya sudah mendapatkan obatnya secara gratis juga. Terima kasih untuk para relawan yang sudah membantu, saya doakan selalu sehat dan panjang umur,” ungkapnya.
Bakti sosial kesehatan umum menjadi kegiatan pertama Komunitas Relawan Tzu Chi APP Sinarmas di Lampung. Selain menjadi pengalaman perdana, bakti sosial juga meninggalkan kesan bagi para relawan. Seperti yang dirasakan Andri Restuni.
“Sebenarnya perasaan saya bercampur aduk setelah saya mengikuti kegiatan bakti sosial ini. Pertama saya ikut merasakan perasaan haru, senang, dan juga ada perasaan sedih. Senang karena kita bisa hadir membantu sesama kita khususnya warga sekitar Natar ini yang memang benar membutuhkan bantuan kita khususnya untuk mendapatkan layanan kesehatan ini,” katanya.
Interaksi dengan warga Desa Mandah yang mendapat layanan kesehatan juga membawa perasaan haru bagi Andri Restuni. Terutama ketika ia membantu pasien yang sudah usia lanjut.
“Ketika tadi mendampingi pasien yang sudah berusia lanjut, saya agak sedih ya karena teringat ibu yang sudah tidak ada. Meski sedih tetapi hal ini tentu harus jadi pendorong semangat untuk bisa membantu mereka,” ucapnya menahan haru.
Keberhasilan bakti sosial ini tak lepas dari dukungan banyak pihak. Sebanyak 126 orang relawan bersatu hati memberikan layanan hari ini. Mulai dari puskesmas setempat, relawan sekolah, Paguyuban Sinar Mas Lampung, juga relawan Xie Li Downstream Lampung dari pilar agribisnis. Juga dukungan 31 orang relawan medis dari TIMA (Tzu Chi International Medical Association).
Bakti sosial menjadi jalinan jodoh yang baik antara relawan dan warga Desa Mandah. Interaksi yang terjalin tidak hanya membantu memberikan kesembuhan, tetapi juga membawa cinta kasih yang langgeng.@
Rel/fd/timEGINDO.co