Washington | EGINDO.co – Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (24 Juli) bahwa ia tidak akan membubarkan perusahaan-perusahaan Elon Musk dengan mencabut subsidi federal dan bersikeras bahwa ia ingin bisnis pengusaha miliarder tersebut sukses.
“Semua orang mengatakan bahwa saya akan menghancurkan perusahaan-perusahaan Elon dengan mencabut sebagian, jika tidak semua, subsidi skala besar yang ia terima dari pemerintah AS. Ini tidak benar,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial. “Saya ingin Elon, dan semua bisnis di negara kita, BERKEMBANG.”
Pemotongan Subsidi Masa Depan
Pernyataan itu muncul setelah Musk memperingatkan investor Tesla pada hari Rabu bahwa pemotongan subsidi kendaraan listrik yang tertunda dapat menyebabkan “beberapa kuartal yang sulit” bagi perusahaan. Berdasarkan undang-undang perpajakan dan anggaran yang ditandatangani Trump, pemerintah AS akan mengakhiri kredit pajak sebesar US$7.500 untuk kendaraan listrik baru dan kredit sebesar US$4.000 untuk kendaraan bekas pada 30 September.
Meskipun Musk secara terbuka mempertanyakan peran subsidi, Tesla telah lama diuntungkan oleh miliaran dolar dukungan federal yang terkait dengan transportasi bersih dan energi terbarukan.
Perselisihan Trump dan Musk
Hubungan Trump dan Musk memburuk pada awal Juni setelah Musk mengecam rencana pajak dan belanja presiden, menyebutnya gegabah secara fiskal. Perselisihan itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Musk mengundurkan diri dari perannya di pemerintahan Trump untuk kembali fokus pada usaha bisnisnya.
Musk, yang sebelumnya memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah Gedung Putih dan menghabiskan lebih dari US$250 juta untuk mendukung pemilihan kembali Trump, mengumumkan pembentukan partai politik baru pada bulan Juli.
Menanggapi dampaknya, Trump dilaporkan mengancam akan membatalkan kontrak publik senilai miliaran dolar dengan perusahaan-perusahaan Musk. Reuters kemudian melaporkan bahwa Gedung Putih menginstruksikan Departemen Pertahanan dan NASA untuk mengumpulkan data kontrak SpaceX yang ada sebagai persiapan untuk tindakan potensial.
SpaceX telah menjadi yang terdepan dalam membangun elemen-elemen proyek pertahanan rudal Golden Dome senilai US$175 miliar yang diusulkan Trump. Namun, ketegangan antara Trump dan Musk telah mendorong pemerintah untuk memperluas pencarian kontraktor alternatif.
Sumber : CNA/SL