Brussel | EGINDO.co – Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap Uni Eropa jika blok tersebut melanjutkan usulan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen untuk menjadikan Kanada sebagai anggota asosiasi pertama mereka.
“Jika mereka melakukan itu, jika menurut saya itu merupakan tindakan yang bermusuhan, saya akan menerapkan tarif yang sangat berat atau menghentikan perdagangan dengan Eropa untuk berbagai hal,” ujar Trump kepada para wartawan dalam perjalanan menuju sebuah acara di North Carolina, seraya menyebut usulan tersebut “menggelikan”.
“Jika niatnya baik, itu tidak masalah. Jika niatnya buruk, kami akan mengenakan tarif yang sangat tinggi terhadap Eropa,” tambahnya.
Komisi Eropa menyatakan bahwa usulan von der Leyen—yang rinciannya belum disusun dan memerlukan persetujuan negara-negara anggota UE untuk dapat dilanjutkan—bukanlah tindakan yang bermusuhan.
“Sebagaimana ditegaskan oleh Presiden kami (von der Leyen) kemarin, usulan penguatan kemitraan kami dengan Kanada ini tidak ditujukan untuk melawan pihak mana pun, melainkan demi kekuatan bersama kita,” kata Olof Gill, juru bicara Komisi Eropa.
Prancis: Trump Tidak Bisa Menentukan Pilihan UE
Menteri Urusan Eropa Prancis, Benjamin Haddad, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki wewenang untuk memveto pilihan geopolitik UE.
“Bukanlah wewenang Amerika Serikat—atau pihak mana pun—untuk menentukan arah politik dan geopolitik bangsa Eropa,” ujarnya kepada saluran televisi Public Senat.
Von der Leyen menyampaikan usulan tersebut pada hari Rabu (16/9) dalam pidato tahunan *State of the Union* yang dihadiri oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Langkah ini diambil sebagai upaya mempererat hubungan antar-sekutu di tengah situasi dunia yang ia sebut “terbuka terhadap permusuhan”.
UE menghadapi risiko perang di perbatasannya akibat invasi Rusia ke Ukraina, sementara baik UE maupun Kanada sama-sama bergulat dengan ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat serta menghadapi Tiongkok yang semakin menunjukkan sikap tegas.
Carney Akan Berpidato
Awal bulan ini, Carney menyatakan keinginannya untuk menjalin “aliansi unik” dengan UE. Hal ini menyusul memburuknya hubungan antara Ottawa dan Washington sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, yang berujung pada penerapan tarif atas perdagangan lintas batas bernilai puluhan miliar dolar.
Carney dijadwalkan untuk berpidato di hadapan Parlemen Eropa pada pukul 11.30 pagi (pukul 17.30 waktu Singapura). Pada tahap ini, belum jelas apakah usulan keanggotaan asosiasi yang diajukan von der Leyen akan didukung oleh negara-negara anggota UE ataupun oleh Kanada.
“Usulan Yang Kurang Tepat”?
Seorang diplomat UE menyatakan keterkejutannya pada hari Rabu terkait usulan tersebut, dengan mengatakan “tidak ada yang benar-benar tahu apa artinya”, serta menambahkan adanya kekhawatiran bahwa ketua Komisi Eropa itu “terlalu banyak mengumbar janji dan tidak akan mampu mewujudkannya”. Selama ini, UE cenderung menolak aliansi fleksibel semacam itu yang tidak memiliki status hukum.
Pada hari Kamis, diplomat Eropa lainnya menyebut usulan itu sebagai “usulan yang kurang tepat, yang belum pernah dibahas dengan negara-negara anggota”.
Diplomat Eropa ketiga mengatakan bahwa reaksi Trump lebih mencerminkan pandangannya mengenai hubungan internasional daripada substansi usulan von der Leyen itu sendiri.
“Jika hal ini dianggap sebagai tindakan bermusuhan, itu menyiratkan bahwa kemitraan dipandang sebagai permainan *zero-sum* (di mana keuntungan satu pihak berarti kerugian bagi pihak lain), yakni bahwa kerja sama yang lebih erat dengan satu pihak berarti hilangnya kebebasan memilih secara berdaulat bagi pihak lain,” ujar diplomat tersebut. “Hal itu juga mengisyaratkan bahwa AS memandang Kanada sebagai bagian dari lingkup pengaruhnya, bukan sebagai aktor yang independen.”
Diplomat Eropa lainnya menambahkan: “Untunglah kita telah belajar untuk tidak menanggapi setiap pernyataan Presiden Trump secara serius.”
Sumber : CNA/SL