LONDON/SKOTLANDIA|EGINDO.co Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan batas waktu baru — hanya 10 hingga 12 hari — bagi Rusia untuk mengambil langkah nyata menghentikan perang di Ukraina, menggantikan tenggat sebelumnya berdurasi 50 hari. Pernyataan itu disampaikan saat ia berada di Skotlandia dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Trump menyatakan kekecewaannya terhadap Vladimir Putin karena belum menunjukkan sinyal kemajuan, dan menekankan bahwa tidak ada alasan untuk menunggu lebih lama. Ia memperingatkan bahwa jika Rusia tetap tidak bertindak, maka sanksi dan tarif—termasuk sanksi sekunder bagi negara yang membeli ekspor Rusia—akan diberlakukan segera setelah tenggat berakhir.
Dari Moskow, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengecam langkah Trump sebagai apa yang disebutnya sebagai “ultimatum game”. Melalui unggahan di platform X, Medvedev memperingatkan bahwa setiap ultimatum merupakan ancaman serius dan bisa memperluas konflik — tidak hanya antara Rusia dan Ukraina, melainkan juga melibatkan Amerika Serikat sendiri.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyambut baik inisiatif Trump, menyebutnya sebagai langkah yang “tepat waktu dan sangat signifikan” untuk mendesak penyelesaian damai. Ia menilai tekanan melalui sanksi menjadi elemen krusial untuk membuat Rusia berpikir ulang terhadap tindakannya.
-
South China Morning Post (SCMP) menekankan bahwa Medvedev melihat tindakan ultimatum tersebut bisa memicu eskalasi konflik yang melibatkan AS, menyebutnya sebagai “langkah menuju perang”.
-
The Daily Beast melaporkan bahwa sebelumnya Trump telah menaikkan ancaman tarif hingga 100% terhadap membeli minyak Rusia, namun karena eskalasi perang yang terus terjadi, ia memangkas tenggat waktunya menjadi lebih singkat.
| Pihak | Pernyataan Utama |
|---|---|
| Trump (AS) | Memberikan batas waktu 10–12 hari kepada Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina, ancam sanksi dan tarif jika tidak ada kemajuan. |
| Medvedev (Rusia) | Mengkritik pendekatan ultimatum sebagai ancaman serius, yang bisa menyebabkan konflik besar termasuk melibatkan AS. |
| Zelenskiy (Ukraina) | Menyambut tegas batas waktu baru sebagai tindakan strategis yang dapat mempercepat resolusi damai. |