Trump: Lachlan Murdoch, Michael Dell, Larry Ellison Terlibat Kesepakatan TikTok

Lachlan Murdoch, Michael Dell dan Larry Ellison
Lachlan Murdoch, Michael Dell dan Larry Ellison

Washington | EGINDO.co – Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (21 September) bahwa raja media Lachlan Murdoch dan para pemimpin bisnis Larry Ellison serta Michael Dell akan terlibat sebagai investor AS dalam kesepakatan yang diusulkan untuk mempertahankan TikTok beroperasi di Amerika Serikat.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok telah mencapai kemajuan dalam kesepakatan yang mewajibkan aset TikTok di Amerika untuk dialihkan dari ByteDance Tiongkok kepada pemilik di AS.

Investor yang diusulkan akan memberikan pengaruh kepada sekutu Trump di perusahaan-perusahaan Amerika atas aplikasi media sosial yang sangat populer ini, yang memiliki 170 juta pengguna di AS dan membantu membentuk wacana publik tentang politik dan budaya.

Berdasarkan kesepakatan yang diharapkan, aset TikTok di AS akan mayoritas dimiliki oleh investor Amerika dan dioperasikan di Amerika Serikat oleh dewan direksi yang memiliki kredensial keamanan nasional dan keamanan siber, Reuters melaporkan pada hari Sabtu, mengutip seorang pejabat Gedung Putih.

Pemegang saham ByteDance saat ini termasuk Susquehanna International Group, General Atlantic, dan KKR. ByteDance akan memegang kurang dari 20 persen saham perusahaan patungan yang mengendalikan operasi TikTok di AS, tambah pejabat tersebut.

Trump memuji grup tersebut dalam sebuah wawancara dengan program “The Sunday Briefing” di Fox News, menyebut mereka sebagai tokoh terkemuka dan “patriot Amerika”.

“Saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata Trump, memuji TikTok karena telah membantu membangun dukungannya di kalangan pemilih muda dalam pemilihan presiden 2024.

Murdoch, CEO Fox Corp, baru-baru ini memperkuat kendali jangka panjang atas kerajaan media keluarganya yang mencakup Fox News dan Wall Street Journal setelah menyelesaikan pertempuran hukum yang berlangsung bertahun-tahun dengan saudara-saudaranya. Kepala keluarga, Rupert Murdoch yang berusia 94 tahun, mungkin juga terlibat dalam kesepakatan itu, kata Trump.

Setiap investasi di TikTok AS akan datang melalui Fox Corp, dua orang yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters. Keluarga Murdoch tidak akan berinvestasi secara individu, begitu pula News Corp, perusahaan induk dari Wall Street Journal dan New York Post, kata sumber-sumber ini.

Rupert dan Lachlan Murdoch dikenal karena pandangan konservatif mereka dan media berita mereka menarik audiens yang condong ke kanan, tetapi mereka terkadang memancing kemarahan Trump.

Trump menggugat Wall Street Journal dan Rupert Murdoch atas pencemaran nama baik atas laporan bulan Juli yang menyatakan bahwa Trump menandatangani ucapan selamat ulang tahun tahun 2003 untuk mendiang pemodal dan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang mencakup gambar bernada seksual dan referensi ke rahasia bersama. Surat kabar tersebut telah membela laporannya dan berjanji untuk melawan gugatan tersebut.

Ellison, salah satu pendiri Oracle dan donor utama Partai Republik, telah lama dikaitkan dengan potensi kesepakatan TikTok. Dell adalah CEO Dell Technologies. Dell tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pemerintahan Trump telah menolak untuk menegakkan undang-undang AS tahun 2024 yang disahkan pada masa pemerintahan Biden yang mewajibkan divestasi TikTok pada Januari 2025 karena kekhawatiran data pengguna AS-nya dapat diakses oleh pemerintah Tiongkok. Trump telah memasukkan negosiasi mengenai aplikasi tersebut sebagai bagian dari perundingan ekonomi yang luas dengan Tiongkok.

Pemerintahan Trump telah melakukan serangkaian intervensi yang tidak biasa dalam bisnis AS, termasuk mengambil 10 persen saham Intel Corp dan mengizinkan raksasa chip AI Nvidia untuk menjual chip H20-nya ke Tiongkok dengan imbalan menerima 15 persen dari penjualan tersebut.

Trump membela langkah-langkah tersebut karena dianggap menguntungkan kepentingan AS. Para kritikus, termasuk beberapa pemimpin bisnis dan anggota parlemen dari Partai Republik, menyebut intervensi tersebut sangat menyimpang dari norma-norma kapitalisme Amerika dan berisiko merusak daya saing ekonomi AS.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top