Washington | EGINDO.co – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (1 Oktober) bahwa Teheran kemungkinan terlibat dalam serangan yang dilakukan oleh seorang pilot dalam penerbangan Flydubai menuju Israel, dan bahwa Iran akan “dipukul dengan sangat keras” jika terbukti terlibat.
Kopilot tersebut diduga menyerang kapten penerbangan sebelum para penumpang berhasil menyelamatkan pesawat agar tidak jatuh. Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa pria itu telah menjalani indoktrinasi radikal.
“Menurut saya jawabannya, berdasarkan informasi yang saya dengar, adalah ya, namun kami sedang menanganinya saat ini,” ujar Trump ketika ditanya oleh wartawan di Gedung Putih mengenai keterlibatan Iran dalam insiden penerbangan dari Dubai ke Tel Aviv tersebut.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan melakukan pembalasan terhadap Iran jika negara itu bertanggung jawab atas serangan tersebut, Trump menjawab: “Oh, mereka akan dipukul dengan sangat keras, jangan khawatir.”
Ancaman pembalasan dari pemimpin AS ini muncul di tengah sikapnya yang semakin keras terkait konflik berkepanjangan dengan Iran.
Dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan hari Kamis, Trump dikutip mengatakan bahwa ada “kemungkinan” ia akan kembali melancarkan pengeboman terhadap Iran setelah pemilihan umum paruh waktu AS bulan depan.
Partai Republik khawatir akan kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilihan umum tanggal 3 November mendatang, mengingat tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di titik terendah akibat konflik dengan Iran serta melonjaknya biaya hidup yang dipicu oleh tingginya harga minyak.
Ia juga menegaskan kembali ancaman untuk “memusnahkan” Iran—seperti yang pernah ia sampaikan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pekan lalu—meskipun sebelumnya ia sempat memosisikan dirinya sebagai “presiden perdamaian”.
“Ya, saya akan melakukannya. Itu mungkin saja terjadi,” ujar Trump kepada Time. “Karena dengan memusnahkan Iran, kita menciptakan perdamaian dunia. Dengan adanya Iran, menurut saya perdamaian tidak akan pernah bisa tercapai.”
Iran terus mempertahankan kendali atas Selat Hormuz yang strategis, lebih dari tujuh bulan setelah serangan awal AS dan Israel terhadap Republik Islam tersebut. Trump menyatakan bahwa tujuan perang ini adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, Amerika Serikat dijadwalkan akan mengirimkan kapal induk ketiga serta hingga 10.000 personel militer tambahan ke Timur Tengah pada akhir November, menurut laporan Wall Street Journal.
Belum diketahui secara pasti apakah kapal induk baru tersebut—USS Theodore Roosevelt—akan menggantikan salah satu dari dua kapal induk yang sudah berada di kawasan itu.
Trump mengatakan kepada para stafnya bahwa ia memperkirakan akan kembali melancarkan serangan udara pada akhir November, sebagaimana dikutip oleh surat kabar tersebut.
Sumber : CNA/SL