Trump Bilang Ukraina dan Rusia Sepakat Tidak Serang Target Energi

Presiden Trump
Presiden Trump

Washington | EGINDO.co – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (14 September) bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak saling menyerang fasilitas energi, sehari setelah ia mengkritik Kyiv karena menyerang kilang minyak Rusia.

“Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang target energi Rusia. Rusia juga sepakat untuk melakukan hal yang sama!” kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.

“Kenaikan harga solar dunia sebagian besar disebabkan oleh perang Rusia/Ukraina, bukan Iran.”

Pihak kepresidenan Ukraina menolak berkomentar dan tidak ada tanggapan segera dari Moskow.

Klaim Trump muncul di tengah lonjakan harga minyak yang terus berlanjut pada bulan ketujuh perang tersebut, yang meningkatkan biaya bahan bakar dan inflasi di AS hanya beberapa minggu sebelum pemilihan paruh waktu AS yang krusial.

Pemimpin AS tersebut bersikeras bahwa perang akan segera berakhir setelah pemilihan paruh waktu dan harga bensin akan turun—namun tampaknya ia telah menemukan target baru untuk disalahkan atas tingginya harga bahan bakar saat ini.

Trump sebelumnya mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat berkunjung ke Irlandia pada hari Minggu, dengan mengatakan bahwa Zelenskyy harus melakukan “satu hal” dan “berhenti melumpuhkan kilang” bahan bakar solar di Rusia akibat kelangkaan yang kian meningkat.

“Biarkan dia menyerang target lain, tapi jangan kilang solar, karena dia menyebabkan kelangkaan solar,” kata Trump, seraya kembali menegaskan bahwa perang Rusia-Ukraina—bukan konflik AS-Israel dengan Iran—yang menjadi penyebabnya.

Trump menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan pemimpin Ukraina mengenai peningkatan serangan negara itu terhadap fasilitas-fasilitas tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

“Ada banyak target lain. Jangan serang kilang solar karena itu berdampak buruk. Itu merugikan dunia. Kita tidak ingin dia menyerang kilang solar… Dia menyerang kilang solar.”

Ukraina telah menyerang sejumlah kilang minyak Rusia yang letaknya jauh dari perbatasan dengan Rusia, sementara Moskow juga telah meningkatkan serangan jarak jauhnya dalam beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan lonjakan jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil.

Kyiv telah meluncurkan drone ke Rusia dalam jumlah rekor, sementara Moskow melancarkan serangan rudal dalam jumlah tertinggi sepanjang masa.

Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa ia melakukan “percakapan yang sangat baik” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta menegaskan bahwa Putin ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Moskow terhadap Ukraina. “Putin ingin membuat kesepakatan, dan jika Zelenskyy juga ingin membuat kesepakatan, itu akan sangat bagus,” ujar Trump kepada para wartawan pada hari Rabu.

Zelenskyy pekan lalu menyatakan kesediaannya untuk bertemu Putin di KTT G20 yang akan digelar di resor Doral milik Trump di Miami pada bulan Desember, namun Kremlin segera menepis kemungkinan tersebut.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top