Washington | EGINDO.co – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Rabu (19 Agustus) mengatakan bahwa ia meluncurkan kampanye baru berskala besar yang menargetkan ekonomi Iran, serta mengancam akan menjatuhkan hukuman “berat” terhadap negara mana pun yang membantu atau berbisnis dengan Republik Islam tersebut.
Kampanye peningkatan tekanan ekonomi ini dilakukan di tengah situasi perang yang telah memasuki bulan keenam tanpa adanya jalan keluar diplomatik maupun militer yang terlihat dalam waktu dekat.
Trump juga menghadapi sorotan politik domestik yang kembali menguat terkait perang ini, mengingat pemilihan umum bulan November sudah semakin dekat.
“Hari ini, saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANA PUN! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump di Truth Social.
“Saya juga mengumumkan bahwa negara MANA PUN yang membiarkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan apa pun yang menjadi penopang hidup bagi Iran, akan menghadapi Konsekuensi Ekonomi yang SANGAT BERAT,” ujarnya.
Ia tidak merinci hukuman apa yang akan dihadapi negara-negara tersebut, dan tidak ada negara lain selain Iran yang disebutkan secara spesifik.
Pernyataan presiden ini muncul hampir seminggu setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa AS akan menerapkan isolasi ekonomi terhadap negara tersebut dengan tingkat keparahan “yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya”.
Meskipun serangan rudal sempat mereda belakangan ini, Iran terus menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran di Selat Hormuz, setelah kesepakatan kerangka kerja AS-Iran untuk membuka kembali jalur vital tersebut gagal terlaksana.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua belah pihak menyatakan bahwa komunikasi sedang berlangsung; namun, pada hari Selasa, Trump menegaskan bahwa perundingan telah dibatalkan dan mengunggah pesan di media sosial yang menyiratkan bahwa selat tersebut bisa menjadi “Wilayah Baru AS”.
Sumber : CNA/SL