Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat layanan transportasi publik sebagai strategi mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas yang menopang aktivitas ekonomi ibu kota. Gubernur Pramono Anung mengakui persoalan kemacetan masih menjadi tantangan, namun menilai kualitas layanan angkutan umum kini semakin aman, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.
Berbicara dalam Indonesia Summit di kawasan Kebayoran Baru pada Kamis (18/6/2026), Pramono mengatakan perluasan jaringan TransJabodetabek menjadi salah satu langkah utama untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang dipicu tingginya mobilitas pekerja dari wilayah penyangga menuju Jakarta setiap hari.
Layanan TransJabodetabek kini menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah seperti Bogor, Bekasi, Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk (PIK), hingga Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta. Salah satu rute yang menunjukkan peningkatan signifikan adalah Blok M–Bogor, dengan jumlah penumpang harian yang telah melampaui 8.000 orang dari proyeksi awal sekitar 2.000 penumpang per hari.
Menurut Pramono, konektivitas transportasi publik di Jakarta kini telah mencapai sekitar 93 persen. Sementara itu, tingkat penggunaan angkutan umum meningkat dari kisaran 22 persen menjadi hampir 30 persen. Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal.
Selain memperluas jaringan angkutan umum, Pemprov DKI juga menerapkan kebijakan penggunaan transportasi publik bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan tersebut mulai diikuti sejumlah perusahaan swasta sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat.
Dari perspektif ekonomi, penguatan sistem transportasi publik diyakini mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya perjalanan, serta memperlancar mobilitas tenaga kerja dan aktivitas usaha di kawasan metropolitan. Sejumlah pengamat juga menilai peningkatan penggunaan angkutan massal dapat menjadi salah satu faktor pendukung daya saing ekonomi Jakarta dalam jangka panjang, sejalan dengan tren kenaikan jumlah penumpang yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (Sn)