Medan | EGINDO.com – Transformasi sampah menjadi investasi Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia pada Selasa (21/4/2026) kemarin adakan sosialisasi program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah, di Aula LPMI USM Indonesia, Medan Sumatera Utara (Sumut)
Sosialisasi yang mengambil tema ‘Ekosistem Ekonomi Hijau, Transformasi Sampah Menjadi Investasi Masa Depan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045. Kolaborasi Strategis Inklusi Keuangan dan Kelestarian Lingkungan’ itu dibuka Rektor USM Indonesia, Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes.
Sementara itu Pemateri pada kegiatan tersebut Deputi Bisnis Pegadaian Area Medan II, Tengku Dimas Pramana; Direktur PT Premier Engineering Indonesia, Samsudin Zhang ST, dan Coca Cola Europasific Partners Indonesia, Yayan Sopian.
Direktur PT Premier Engineering Indonesia, Samsudin Zhang ST menyampaikan materi tentang dukungan teknologi dalam pengurangan sampah. Yayan Sopian dari PT. Coca-Cola menjelaskan program pengembangan sustainability mindset dan implementasi ekonomi hijau melalui peran bank sampah di Kampus USM Indonesia merupakan kerja sama dengan PT Coca-Cola. Sedangkan Tengku Dimas Pramana dalam materinya merinci berbagai program lingkungan hidup yang dilakukan Perum Pegadaian.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan diskusi implementasi program di USM Indonesia. Melalui kegiatan ini diperoleh dukungan sivitas akademika USM Indonesia, terbentuk tim task force aplikasi program di USM Indonesia. Kemudian diperoleh kesepakatan dengan pimpinan fakultas untuk penyampaian informasi kepada mahasiswa lintas fakultas agar ikut seleksi sebagai The nex youd green leader atau pemuda pemimpin hijau/berwawasan lingkungan yang mendapatkan pelatihan bersertifikat Coca-Cola Ero-Pasific.
Dalam sosialisasi juga diperoleh kesepakatan mulai beroperasinya kembali ‘Bank Sampah Lentera USM Indonesia’ dengan struktur organisasi baru disesuaikan dengan program kolaborasi Coca-cola, Pegadaian, USM Indonesia dan lembaga mitra lainnya.
Rektor USM Indonesia, Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes dalam sambutannya mengatakan, di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, krisis lingkungan dan meningkatnya volume sampah, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi pelopor perubahan. “Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan. Tetapi juga pusat pembentukan karakter dan pola pikir berkelanjutan,” tegasnya.
Ivan mengatakan bahwa pengembangan sustainability mindset menjadi sangat penting. Pola pikir ini menuntun untuk tidak hanya memikirkan kebutuhan saat ini. “Tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Ini adalah fondasi bagi generasi masa depan yang lebih bertanggung jawab,” katanya.
Ivan mengatakan, salah satu langkah konkret melalui implementasi ekonomi hijau dapat diwujudkan dalam pengelolaan bank sampah dilingkungan kampus. “Bank sampah bukan sekadar tempat pengumpulan sampah. Tetapi merupakan sarana edukasi, pemberdayaan dan inovasi,” ujarnya.
Dari kehadiran bank sampah tersebut, kita belajar memilah, mengelola dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Karena itu, mulailah dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya. Memilah sampah organik dan anorganik hingga berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan bank sampah.
“Mari kita jadikan kampus ini sebagai green campus yang tidak hanya bersih dan asri. Tetapi juga menjadi contoh nyata dalam penerapan prinsip keberlanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, dosen dan seluruh elemen kampus dan lembaga mitra, Saya yakin kita mampu menciptakan perubahan yang signifikan,” kata Prof Dr Ivan Elisabeth Purba M.Kes menegaskan.@
Bs/fd/timEGINDO.com