Jakarta|EGINDO.co Merespons insiden memilukan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis. Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah akan segera membangun jembatan layang (flyover) di kawasan Stasiun Bekasi guna mengeliminasi risiko perlintasan sebidang yang selama ini membahayakan publik.
Instruksi Langsung dan Anggaran Besar
Dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2026), Presiden menegaskan bahwa proyek ini merupakan prioritas mendesak. Beliau telah menyetujui alokasi dana bantuan presiden untuk memulai konstruksi secepatnya, mengingat vitalnya jalur tersebut bagi mobilitas warga penyangga Jakarta.
Tidak hanya di Bekasi, pemerintah memetakan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di seluruh Pulau Jawa yang perlu segera dibenahi.
“Keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Kita proyeksikan kebutuhan anggaran mencapai Rp4 triliun untuk menuntaskan persoalan perlintasan sebidang ini,” tegas Prabowo di hadapan media.
Kronologi dan Dampak Insiden
Tragedi yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) tersebut meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan laporan terbaru, korban jiwa mencapai 14 orang, sementara 84 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi dan RS Polri Kramat Jati.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan bahwa gangguan sistem perkeretaapian di Stasiun Bekasi Timur diduga kuat bermula dari kecelakaan awal di JPL 85. Sebuah kendaraan listrik (taksi hijau) dilaporkan menemper perlintasan, yang kemudian memicu anomali pada sistem operasional kereta di jalur tersebut.
Transformasi Infrastruktur Perkeretaapian
Melalui pembangunan flyover ini, pemerintah menargetkan tiga manfaat utama:
Keamanan: Memutus titik pertemuan langsung antara arus kendaraan bermotor dan jalur kereta api.
Efisiensi: Mengurangi kemacetan parah yang kerap terjadi di perlintasan sebidang.
Kapasitas: Mendukung rencana peningkatan frekuensi perjalanan kereta api di koridor tersibuk tersebut.
Presiden memastikan akan segera menunjuk pelaksana proyek agar pembangunan tidak lagi tertunda, sekaligus menjadi momentum modernisasi infrastruktur transportasi masal di Indonesia. (Sn)