Pekanbaru|EGINDO.co Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Perawang terus mempercepat langkah menuju konsep green port melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat. Program tersebut ditargetkan mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga sekitar 40 persen sekaligus mengurangi emisi dari aktivitas operasional pelabuhan.
Manager Penunjang Operasi Pelindo TPK Perawang, Rizky Prananda Tambunan, mengatakan dua unit Quay Container Crane (QCC) dengan spesifikasi elektrik dijadwalkan tiba pada Oktober 2026.
Rizky menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya kepada tim Jelajah Riau Sustainability pada Senin, 7 September 2026. Menurutnya, penggunaan QCC elektrik diperkirakan dapat menghemat konsumsi BBM sekitar 30–40 persen.
Saat ini, kebutuhan BBM untuk setiap unit peralatan bongkar muat mencapai kurang lebih 4.000 liter per bulan. Dengan penggunaan peralatan berbasis listrik, konsumsi BBM tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Elektrifikasi juga akan diperluas ke peralatan operasional lainnya. TPK Perawang secara bertahap menyiapkan pengadaan side loader (SL) serta dua unit Rubber Tyred Gantry (RTG).
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan bongkar muat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap BBM dan menekan dampak lingkungan dari kegiatan pelabuhan.
Pelindo TPK Perawang menilai transformasi menuju pelabuhan yang lebih ramah lingkungan sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan penerapan teknologi berbasis listrik secara bertahap, TPK Perawang menargetkan efisiensi penggunaan energi, pengurangan konsumsi BBM, serta penurunan emisi operasional sebagai bagian dari pengembangan pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Sn)