Beijing | EGINDO.co – Topan Dolphin diperkirakan akan mendarat di pesisir timur Tiongkok pada Minggu malam (9 Agustus), membawa hujan deras dan angin kencang, sementara pihak berwenang bersiap menghadapi banjir dan tanah longsor di wilayah luas Tiongkok bagian timur.
Topan Dolphin sebelumnya telah melanda Prefektur Okinawa di Jepang selatan, menyebabkan enam orang terluka dan memutus aliran listrik ke lebih dari 50.000 bangunan. Sebelum mendarat di Tiongkok, pihak berwenang mengevakuasi pekerja lepas pantai ke tempat aman, memerintahkan kapal-kapal kembali ke pelabuhan, serta meningkatkan pemeriksaan di waduk, aliran sungai pegunungan, daerah rawan longsor, lokasi konstruksi, dan tempat wisata.
Badai ini diperkirakan akan menghantam pesisir pada Minggu malam hingga Senin dengan kecepatan angin berkelanjutan mencapai 162 km/jam sebelum melemah dan bergerak ke daratan, menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok. Kecepatan angin tersebut setara dengan badai Kategori Dua pada Skala Angin Badai Saffir-Simpson, jenis badai yang mampu menyebabkan kerusakan parah pada rumah, pepohonan, dan infrastruktur.
Hujan deras diperkirakan akan terus turun hingga hari Senin di wilayah Zhejiang, Shanghai, Fujian bagian utara, Jiangxi bagian timur laut, Anhui bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar Jiangsu. Menurut para ahli meteorologi, wilayah Zhejiang bagian tengah dan timur bisa menerima curah hujan antara 250 mm hingga 500 mm.
Hampir 1.400 penerbangan dari dan menuju dua bandara penumpang utama Shanghai dibatalkan pada hari Minggu, demikian dilaporkan penyiar negara CCTV.
Singapore Airlines membatalkan delapan penerbangan dari dan menuju kota tersebut pada hari Minggu, serta menjadwalkan ulang 10 penerbangan dari dan menuju Shanghai untuk hari Senin dan Selasa.
Bandara Hangzhou di provinsi tetangga, Zhejiang, juga mencatat pembatalan 270 penerbangan masuk dan keluar, menurut laporan CCTV.
Risiko Tanah Longsor
Setelah mendarat, Dolphin diperkirakan akan bergerak ke arah barat sebelum melambat di wilayah Tiongkok bagian tengah dan barat daya serta perlahan kehilangan kekuatannya, ujar Wang Haiping, kepala ahli meteorologi di Pusat Meteorologi Nasional, kepada penyiar negara CCTV.
Hal ini dapat memperpanjang durasi hujan deras serta meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah pegunungan dan di sepanjang sungai-sungai kecil.
Kementerian Sumber Daya Air menyatakan bahwa sungai Qiantang, Yong, Jiao, dan Shuiyang berpotensi mengalami banjir besar, sementara permukaan air sungai-sungai kecil di wilayah yang paling terdampak dapat melampaui batas peringatan. Tiongkok mempertahankan status tanggap darurat banjir Tingkat III di Zhejiang dan Fujian, serta Tingkat IV di Jiangsu dan Anhui. Kementerian Manajemen Darurat menyatakan telah mengirimkan tim ke Zhejiang dan Fujian.
Dalam sistem darurat empat tingkat Tiongkok, Tingkat I merupakan tingkat yang paling parah.
Kementerian Sumber Daya Alam juga menetapkan status tanggap bencana geologi Tingkat III di Zhejiang dan Tingkat IV di Anhui, seraya memperingatkan adanya risiko tanah longsor dan bahaya lainnya di wilayah timur Zhejiang dan barat Anhui.
Pihak berwenang memperingatkan adanya risiko tinggi bencana geologi di sebagian wilayah Zhejiang, sementara warga di daerah yang tercakup dalam peringatan merah banjir bandang diminta untuk mematuhi perintah evakuasi setempat.
Otoritas keselamatan maritim Shanghai menyatakan bahwa Pelabuhan Yangshan telah mengosongkan dermaga dari kapal-kapal serta memindahkan lebih dari 500 kapal berukuran kecil dan menengah ke tempat berlindung menjelang kedatangan badai Dolphin.
Sumber : CNA/SL