Jakarta|EGINDO.co Rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi kembali memasuki tahap pematangan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengoptimalkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek tersebut agar semakin menarik bagi investor.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Dedy Gunawan, mengatakan pendalaman FS dilakukan sepanjang tahun ini. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan proyek sekaligus membuka peluang pembiayaan yang lebih besar dari sektor swasta.
“Gilimanuk-Mengwi, ini memang sedang kami lakukan FS tahun ini, sedang kami optimasi agar ini bisa lebih layak,” ujar Dedy di Kompleks Parlemen RI, Rabu (9/9/2026).
Menurut Dedy, peningkatan kelayakan proyek menjadi salah satu langkah penting agar pembangunan jalan tol tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah, kata dia, berupaya menyusun skema proyek yang lebih menarik sehingga minat investor untuk terlibat dalam pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi dapat meningkat.
“Kami optimasi agar ini lebih layak dan mengurangi dugaan pemerintah,” kata Dedy.
Pemprov Bali Soroti Lambannya Perkembangan Proyek
Rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi sebelumnya juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan belum adanya perkembangan signifikan proyek tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Koster menyebut masyarakat Bali telah lama menantikan pembangunan jalan tol yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas, khususnya wilayah Bali Barat.
“Kami juga mengusulkan jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal jalan tol ini yang sudah lama direncanakan, namun sampai sekarang belum ada perkembangan yang berarti buat kami, sehingga kami jadi malu dengan masyarakat,” ujar Koster di Kompleks Parlemen RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).
Selain persoalan perkembangan proyek, Koster turut menyoroti status lahan masyarakat yang berada di dalam koridor rencana pembangunan jalan tol.
Menurutnya, sejumlah lahan telah masuk dalam penetapan lokasi (penlok). Namun, karena proses pembebasan lahan dan pembangunan belum berjalan sebagaimana diharapkan, aset tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan secara produktif.
Tol Sepanjang 96,84 Kilometer
Secara teknis, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan memiliki panjang 96,84 kilometer dan terbagi menjadi tiga seksi.
Seksi pertama adalah Gilimanuk-Pekutatan dengan panjang sekitar 54,7 kilometer. Selanjutnya, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 23,17 kilometer, serta Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.
Dengan kembali dilakukannya optimalisasi studi kelayakan oleh Kementerian PU, proyek yang telah lama dinantikan tersebut kini diarahkan agar memiliki tingkat kelayakan yang lebih baik. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat meningkatkan ketertarikan investor dan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari APBN. (Sn)