Tjiwi Kimia Dukung Pemerintah Zero Waste Zero Emission 2050

Tien Johanna
Tien Johanna

Jakarta | EGINDO.co – Tjiwi Kimia siap mendukung pemerintah capai target Zero Waste Zero (ZWT) Emission 2050 dengan pendekatan ekonomi sirkular dimana sampah domestik akan dimanfaatkan sehingga tidak perlu sampai ke tempat pengolahan akhir (TPA), misalnya melalui pengomposan dan mengoptimalisasi pengelolaan sampah menjadi sebagai sumber energi menjadi Refused Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF).

Sustainability Division Head PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk (Tjiwi Kimia), salah satu anak perusahaan APP Group, Tien Johanna menyatakan pihaknya siap untuk mendukung pemerintah mencapai target yang ditetapkan. “Kami mengembangkan pemanfaatan Refused Derived Fuel (RDF) dari impuritas sisa proses daur ulang bahan baku karton,” katanya.

Baca Juga :  Sejarah Panjang Asia Pulp & Paper Dimulai dari Tjiwi Kimia

Dia menjelaskan, seiring dengan tren konsumen, Tjiwi Kimia memperluas produksinya pada produk kertas khusus untuk kemasan dengan mendaur ulang kertas bekas. Dalam proses pengolahannya, ada impuritas berupa sisa-sisa pengotor material dari bahan baku kertas bekas. Bahan impuritas inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan RDF.

Tien menjelaskan, pihaknya saat ini sedang membangun boiler pengolahan RDF dengan kapasitas 200 ton per hari yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi. Menurut Tien, boiler yang dibangun akan bebas dari dioxin furan sehingga ramah lingkungan. “Kami menargetkan boiler ini beroperasi tahun depan,” katanya.

Menurut Tien, 50% bahan baku RDF akan berasal dari internal perusahaan. Sementara 50% lainnya berpotensi untuk kolaborasi dalam memanfaatkan sampah solid yang dikelola oleh pemerintah daerah, maupun sampah solid dari industri lain di sekitar Tjiwi Kimia.

Baca Juga :  Pemerintah Dan Sinar Mas Land Antisipasi Genangan Air Di BSD

Lebih lanjut Tien menjelaskan, dekarbonisasi juga dilakukan oleh APP sesuai Sustainability Roadmap Vision Untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 30% pada tahun 2030. Langkah yang telah dilakukan diantaranya dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa.

Dia menjelaskan target Zero Waste dicapai dengan pendekatan ekonomi sirkular dimana sampah domestik akan dimanfaatkan sehingga tidak perlu sampai ke tempat pengolahan akhir (TPA), misalnya melalui pengomposan, dan mengoptimalisasi pengelolaan sampah menjadi sebagai sumber energi menjadi Refused Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF).

Sementara sampah yang ada di TPA dan sudah terdekomposisi akan mulai dimanfaatkan mulai tahun 2025. Selain itu KLHK juga menargetkan tidak akan ada pembakaran sampah terbuka mulai tahun 2031. Dokumen Rencana Operasional tersebut akan menjadi pijakan dan peta jalan untuk mencapai target zero waste pada tahun 2040 dan emisi gas rumah kaca mendekati nol dari sektor sampah pada tahun 2050.@

Baca Juga :  Narator Buku Audio Menyatakan AI Sudah Ambil Alih Bisnis

Bs/fd/timEGINDO.co

Bagikan :