Siak | EGINDO.com – Kisah Tim Reaksi Cepat regu pemadam kebakaran PT Arara Abadi, siaga menghadapi El Nino ekstrem. Muhammad Sutrisno, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu Pemadam Kebakaran PT Arara Abadi anak usaha dari Asia Pulp and Paper (APP) Group, telah mendedikasikan sekitar 15 tahun hidupnya untuk memerangi kebakaran hutan dan lahan di Riau.
Mimpi masa kecilnya untuk menaiki helikopter akhirnya terwujud, namun bukan untuk berwisata di udara, melainkan untuk menjangkau lokasi-lokasi kebakaran yang sulit diakses dan membutuhkan penanganan cepat.
Untuk menjadi bagian dari TRC, Sutrisno harus menjalani seleksi dan pelatihan khusus selama tiga bulan bersama instruktur internasional. Selain dituntut memiliki ketahanan fisik yang tinggi, anggota tim juga dibekali kemampuan menganalisis kondisi lapangan, membaca arah angin, memetakan pergerakan api, dan mengambil keputusan cepat demi menjaga keselamatan personel saat bertugas.
Dalam siaran pers APP Group yang dilansir EGINDO.com pada Selasa (28/7/2026) menulis salah satu pengalaman paling berkesan terjadi pada 2019 ketika Sutrisno dan timnya diterjunkan untuk membantu memadamkan kebakaran besar di wilayah Rokan. Saat proses pemadaman berlangsung, perubahan arah angin yang terjadi secara tiba-tiba membuat api bergerak menuju posisi tim. Dalam kondisi jarak pandang yang tertutup asap tebal, para personel harus menyelamatkan diri dengan mengikuti jalur selang pemadam menuju area yang lebih aman.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting mengenai besarnya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan. Selain kobaran api, ancaman juga datang dari asap pekat, dehidrasi, kelelahan, dan perubahan cuaca yang dapat mengubah situasi dalam hitungan menit. Karena itu, setiap anggota tim dibekali peralatan keselamatan, logistik, dan perlengkapan pendukung sebelum diterjunkan ke lapangan.
Memasuki musim kemarau 2026 yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino, PT Arara Abadi meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah tim reaksi cepat, mengoperasikan pusat pemantauan kebakaran selama 24 jam, serta menyiapkan lima helikopter untuk mendukung operasi pemadaman dan mobilisasi personel. Pengawasan juga diperkuat melalui jaringan CCTV, sistem pemantauan titik panas, dan data cuaca yang terintegrasi.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, perusahaan tercatat telah membantu menangani 35 kejadian kebakaran yang seluruhnya berada di luar area konsesi. Bagi Sutrisno dan timnya, setiap panggilan tugas membawa tanggung jawab yang sama, yaitu memadamkan api secepat mungkin, melindungi kawasan terdampak, dan memastikan seluruh personel dapat kembali dengan selamat setelah menjalankan operasi.@
Rel/fd/timEGINDO.com