Kuala Lumpur | EGINDO.co – Aplikasi video pendek TikTok berkomitmen mengambil langkah proaktif untuk mengatasi permasalahan yang diangkat oleh Malaysia, kata seorang juru bicara, setelah pemerintah negara tersebut mengatakan bahwa aplikasi tersebut tidak sepenuhnya mematuhi hukum setempat.
“TikTok menghormati undang-undang dan peraturan setempat dan berkomitmen untuk mengambil tindakan proaktif untuk mengatasi masalah yang diangkat,” kata juru bicara perusahaan melalui email pada Kamis (12 Oktober).
TikTok telah mengadakan pertemuan dengan regulator komunikasi Malaysia minggu depan untuk menunjukkan komitmennya, tambah juru bicara itu.
Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan TikTok belum berbuat cukup untuk mengekang konten yang memfitnah atau menyesatkan di platformnya, dan menambahkan bahwa perusahaan media sosial tersebut telah gagal mematuhi beberapa undang-undang setempat. Dia tidak merinci undang-undang yang mana.
Dalam pesan media sosial yang diposting setelah bertemu dengan perwakilan TikTok, Fahmi mengatakan TikTok juga harus mengatasi masalah terkait distribusi konten dan pembelian iklan menyusul keluhan dari dunia usaha, masyarakat, dan agensi media.
TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok ByteDance, mendapat tekanan di Asia Tenggara setelah keputusan Indonesia pekan lalu untuk menghentikan transaksi di platformnya menyusul larangan e-commerce di media sosial, dan penyelidikan Vietnam terhadap konten berbahaya di aplikasi tersebut.
Malaysia dalam beberapa bulan terakhir telah melarang konten online yang menyentuh ras, agama, dan keluarga kerajaan.
Tahun ini, pemerintah mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan induk Facebook karena gagal mengekang konten berbahaya di platformnya, sebelum membatalkan rencana tersebut setelah pertemuan dengan perusahaan tersebut.
Sumber : CNA/SL