Tiga Tentara Korsel Terluka dalam Ledakan di DMZ

Terjadi Ledakan di DMZ Korsel dan Korut
Terjadi Ledakan di DMZ Korsel dan Korut

Seoul | EGINDO.co – Tiga perwira militer Korea Selatan terluka akibat ledakan saat melakukan operasi di dekat perbatasan dengan Korea Utara yang dipenuhi ranjau, demikian disampaikan militer Seoul pada Senin (21/9).

Insiden tersebut terjadi di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer (MDL) di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ), salah satu wilayah perbatasan yang paling dijaga ketat dan dipenuhi ranjau di dunia.

Dua perwira yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter, sementara perwira ketiga rencananya akan dipindahkan melalui jalur darat sebelum kemudian diterbangkan, menurut keterangan Kepala Staf Gabungan (JCS).

Belum diketahui secara pasti apakah ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau Korea Utara, ranjau Korea Selatan, atau perangkat peledak lainnya.

Ketiga perwira tersebut “terluka akibat ledakan yang penyebabnya belum diketahui saat melakukan operasi di lokasi sebelah selatan MDL,” kata JCS dalam sebuah pernyataan.

Pihak militer tidak segera memberikan rincian mengenai tingkat keparahan luka mereka.

DMZ adalah zona penyangga sepanjang 248 km dan selebar sekitar 4 km yang memisahkan Semenanjung Korea sejak gencatan senjata tahun 1953 yang mengakhiri Perang Korea.

Meskipun zona itu sendiri secara resmi didemiliterisasi, batas wilayah utara dan selatannya termasuk di antara perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia dan masih dipenuhi ranjau darat.

Menurut data militer yang dikutip kantor berita Yonhap, diperkirakan terdapat sekitar 800.000 ranjau yang tertanam di sekitar wilayah tersebut; banyak di antaranya berasal dari masa Perang Korea, meskipun pemasangan ranjau terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak tahun 2024, setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menetapkan Korea Selatan sebagai “musuh utama” negaranya, militer Pyongyang telah memasang ranjau dan membangun penghalang anti-tank di sepanjang perbatasan sebagai bagian dari upaya untuk menutup perbatasan tersebut secara permanen.

Militer Korea Selatan sebelumnya menyatakan bahwa beberapa tentara Korea Utara tewas atau terluka akibat ledakan ranjau yang tidak disengaja selama pengerjaan tersebut.

Insiden ranjau darat sebelumnya pernah meningkatkan ketegangan antara kedua Korea.

Pada tahun 2015, dua tentara Korea Selatan terluka parah ketika sebuah ranjau darat meledak di sisi selatan DMZ, yang mengakibatkan salah satu dari mereka kehilangan kedua kakinya.

Seoul menyimpulkan bahwa pasukan Korea Utara telah melintasi MDL untuk memasang ranjau tersebut, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Pyongyang. Insiden tersebut mendorong Korea Selatan untuk kembali melakukan siaran pengeras suara yang menentang Korea Utara di sepanjang perbatasan.

Insiden terbaru ini terjadi di tengah seruan berulang kali dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung untuk mengadakan dialog tanpa syarat dengan Korea Utara—sebuah langkah pendekatan yang hingga kini belum ditanggapi oleh Pyongyang.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top