Teten Masduki: UMKM Jangan Lagi Jadi Ekonomi Marginal

Menkop Teten dalam acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).

Jakarta | EGINDO.com      – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin UMKM sektor pertanian tumbuh besar sehingga masuk ke sektor industri. Salah satu yang didorong yakni UMKM sektor pertanian kakao di Jembrana, Bali.

“UMKM jangan lagi sebagai ekonomi marjinal tapi kita dorong ke industrialisasi. Kalau di Jembrana kita harus besarkan industri kakao. Kita harus berani. Kita lihat peluang di daerah itu dan dorong ke sana. Kita harus mulai masuk industrialisasi,” ujarnya dalam siaran pers, Jakarta (8/6/2021).

Teten menyarankan, petani kakao dapat membentuk korporatisasi petani melalui koperasi. Menurutnya, korporatisasi tersebut dapat memperbaiki ekosistem UMKM yang menurutnya sangat perlu ditata dengan baik.

Namun kata Teten, saat ini terdapat permasalahan yang dihadapi para petani kakao di Kabupaten Jembrana. Salah satunya ialah memastikan biji kakao yang diproduksi memiliki standar mutu yang sama.

“Catatan saya misalnya di sektor pertanian, sulit di Indonesia ini untuk menghadirkan corporate farming yang modern, punya kapasitas produksi yang besar, produknya kuat, dan daya saing kuat. Karena petani kita perorangan dan berlahan sempit. Ini mesti diperbaiki,” kata dia. Teten menambahkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan beberapa menteri untuk melakukan korporatisasi petani. Dengan terbentuknya korporatisasi petani, perbankan dapat dengan mudah memberikan pembiayaan kepada petani.

“Jadi bagaimana lembaganya diperbaiki baik dari korporasi dan koperasi dan terhubung dengan offtaker jadi pembiayaan mau masuk. Kenapa bank enggak mau membiayai? Karena sektor pertanian ini punya risiko tinggi. Tapi kalau dipastikan ada offtaker-nya, pasti bagus. Ini perlu ditata dengan baik,” ucap Teten.

Menurut Kemenkop UKM, komoditas kakao di Bali khususnya Kabupaten Jembrana merupakan komoditas kakao nomor satu di Indonesia. Hal tersebut bahkan sudah diakui saat Teten berkunjung ke Jember bahwa komoditas kakao terbaik di Indonesia merupakan kakao yang berasal dari Jembrana. Teten menegaskan, dalam kondisi pandemi Covid-19, Bali harus bisa memanfaatkan pasar digital untuk memasarkan produk-produk khas Bali.

Hal tersebut dinilai akan mengobati kerinduan para wisatawan domestik dan mancanegara akan kuliner dan cinderamata khas Pulau Dewata tersebut.
Sumber: Kompas.com/Sn