Medan | EGINDO.com – Tawuran atau perkelahian massal yang dilakukan anak-anak muda usia di area Rel Kereta Api (KA) dekat atau tidak jauh dari Stasiun KA Bandar Khalifah Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara membuat para Penumpang Kereta Api dan Warga masyarakat yang ada di sekitar jalur rel KA menjadi cemas.
Informasi yang diterima EGIDO.com menyebutkan aksi tawuran atau perkelahian itu sudah acapkali terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini dan sudah pernah ditindak pihak kepolisian Percut Seituan akan tetapi masih saja berulang terjadi.
Aksi tawuran itu juga membuat penumpang Kereta Api Divre I Sumatera Utara dari Tanjung Balai ke Medan mengatakan kepada EGINDO.com rasa ketakutan ketika naik KA dari Tanjung Balai ke Medan karena sewaktu lewat beberapa ratus meter dari Stasiun Bandar Khalifah Percut Seitua melihat ada tawuran/perkelahian anak muda di area rel kereta api.
“Tawurannya terjadi di lokasi yang hanya ratusan meter dari stasiun bandar khalifah Percutseitua dan aksinya sangat menakutkan sebab saling lempar batu dengan ditangan senjata tajam di area rel kereta api yang melintas tidak mereka hiraukan,” kata seorang penumpang yang mengaku sangat ketakutan dengan aksi tersebut.
Pengakuan dari seorang penumpang KA dari Tanjung Balai ke Medan itu kemudian EGINDO.com menceknya, ternyata benar terjadi tawuran di lintasan KA tersebut pada sore hingga malam hari. Menurut penduduk setempat itu sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini dan penduduk setempat menyayangkan pihak KAI Divre I Sumatera Utara belum ada tindakan untuk menertibkan sebab penduduk resah dibuat aksi tauran di rel KA dekat stasiun kereta api Bandar Khalifah Percutseitua itu.
Sementara itu Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Solikhin yang dikonfirmasi EGINDO.com tidak membantah adanya peristiwa tauran di area rel KA itu dan katanya Tim pengamanan PT KAI secara rutin melakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat yang tinggal di kanan kiri rel untuk tidak melakukan aktivitas di jalur KA karena sangat membahayakan keselamatan bersama. “Terkait dengan tawuran dibutuhkan peran semua stakeholder untuk mengatasinya,” kata Anwar Solikhin.@
Bs/timEGINDO.com