Taipei | EGINDO.co – Pemerintah Taiwan mengatakan pada hari Senin (5 Mei) bahwa pembicaraan tarif dengan Amerika Serikat minggu lalu tidak membahas nilai tukar dan bank sentral Taiwan tidak ikut serta dalam pembicaraan tersebut, setelah dolar Taiwan melonjak terhadap dolar AS.
Dolar Taiwan pada hari Senin dan Jumat lalu menguat tajam terhadap dolar AS karena spekulasi pasar bahwa Amerika Serikat telah meminta Taiwan untuk mengizinkan mata uangnya menguat sebagai bagian dari pembicaraan tarif.
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Negosiasi Perdagangan Taiwan mengatakan bahwa pembicaraan di Washington minggu lalu “tidak menyentuh masalah nilai tukar”.
Sejak pemerintah membentuk kelompok kerja pada bulan November untuk perdagangan Taiwan-AS, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun, kelompok tersebut tidak mengikutsertakan bank sentral, dan delegasi yang dipimpin oleh Cheng minggu lalu juga tidak mengikutsertakan bank sentral, kata kantor tersebut.
Pada hari Sabtu, kantor tersebut mengatakan bahwa Taiwan telah menyelesaikan putaran pertama pembicaraan tarif “substantif” dengan Amerika Serikat, menggambarkan suasana sebagai jujur dan ramah.
Sumber : CNA/SL