Tahun 2024 Emiten Farmasi Sangat Menjanjikan Jangka Panjang

Holding BUMN farmasi berkomitmen memberdayakan UMKM
Holding BUMN farmasi berkomitmen memberdayakan UMKM

Jakarta | EGINDO.co – Pengamat pasar modal Haryajid Ramelan, menilai faktor populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta orang maupun populasi penduduk dunia yang mencapai 8 miliar orang merupakan pasar yang sangat potensial baik saat ini maupun akan datang. Dalam pandangannya, pemenuhan kebutuhan obat di dalam negeri saja sudah besar, apalagi negara lain seperti Afrika dan Timur Tengah.

“Perlu terobosan-terobosan untuk melakukan ekspansi ke negara-negara yang memiliki populasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Bukan hanya negara berkembang saja. Sektor ini masih sangat tinggi dan stabil pertumbuhannya, dan kondisi permintaannya juga cukup bagus terutama orang-orang yang memiliki pendapatan yang sudah stabil,” tuturnya di Jakarta.

Baca Juga :  Pemimpin G7 Gelar Pembicaraan Serangan Bom Rusia Di Ukraina

Dalam siaran pers Phapros yang dilansir EGINDO.co menyebutkan Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) tersebut mengatakan bahwa inovasi merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan oleh perusahaan-perusahaan farmasi. Ia mencontohkan penemuan alat kesehatan terbaru dan pengembangan obat-obatan seiring dengan kebutuhan akan berbagai penyakit di dunia saat ini yang sangat tinggi. “Menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain akan menumbuhkan sektor farmasi,” imbuhnya.

Pengembangan obat baru, walaupun berbiaya tinggi, bisa memiliki peluang yang sangat besar apabila perusahaan farmasi masuk ke ranah tersebut. “Perusahaan juga bisa menggandeng kalangan akademisi,” tambahnya.

Dari sisi investasi, sektor ini juga bisa memberikan dividen khususnya untuk portofolio jangka panjang. Emiten farmasi masih sangat menarik, menjanjikan dan bisa disimpan untuk long term. Secara keseluruhan sektor ini masih dipandang positif, potensinya tinggi sehingga wajar jika banyak investor yang melirik untuk mengkoleksi.

Baca Juga :  Raksasa Properti China Evergrande Dibawah Tekanan Luar Biasa

Direktur Utama PT Phapros Tbk, David Sidjabat mengatakan tahun 2024 ini perusahaannya akan terus melakukan kemitraan dengan berbagai lembaga untuk berinovasi menciptakan alkes dan obat-obatan terbaru. “Kami sudah menggandeng beberapa universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan produk yang inovatif.  Di sisi lain, kami juga mengembangkan innovative dosage form secara internal, sehingga nantinya jenis sediaan produk Phapros akan semakin beragam. Selain itu, rencana ekspor tahun 2024 juga masih sesuai jadwal. Kami optimis tahun ini, pertumbuhan Phapros tetap positif,” ungkapnya.

PT Phapros Tbk yang merupakan bagian dari Holding BUMN farmasi juga telah dikenal luas dengan produk Antimo nya. Sebagai bagian dari emiten Syariah, kinerja keuangan Phapros serta pergerakan harga sahamnya dalam jangka panjang cukup menarik bagi para investor.@

Baca Juga :  3.397 Kasus Baru Covid-19 Di Singapura, Meninggal 12 Orang

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :