Jakarta|EGINDO.co Keyakinan masyarakat terhadap prospek perekonomian nasional menunjukkan penguatan pada awal 2026. Survei Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 berada di level 127,0, meningkat dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 123,5. Posisi indeks yang tetap jauh di atas 100 menandakan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih terjaga.
Penguatan tersebut ditopang oleh membaiknya dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik menjadi 115,1 serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang meningkat ke 138,8. Kenaikan IKE mencerminkan persepsi rumah tangga bahwa situasi ekonomi saat ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.
Perbaikan itu terlihat pada seluruh indikator pembentuknya. Penilaian terhadap pendapatan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama sama-sama mengalami peningkatan. Artinya, daya beli dan aktivitas konsumsi masyarakat dinilai masih cukup kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Sementara itu, dari sisi ekspektasi enam bulan mendatang, optimisme terutama bersumber dari harapan kenaikan penghasilan serta membaiknya kegiatan usaha. Adapun ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja tercatat relatif stabil, menandakan keyakinan yang tetap positif namun belum mengalami percepatan.
Dari pola pengelolaan pendapatan, proporsi belanja konsumsi rumah tangga tercatat menurun menjadi 72,3 persen. Sebaliknya, porsi tabungan meningkat ke 16,5 persen, mengindikasikan kecenderungan masyarakat memperkuat cadangan dana. Rasio cicilan terhadap pendapatan berada di level 11,2 persen, relatif tidak banyak berubah dari bulan sebelumnya.
Sejumlah ekonom menilai tren ini mencerminkan fondasi konsumsi domestik yang masih solid. Seperti dilaporkan Antara, penguatan keyakinan konsumen kerap menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Senada, analisis Kontan menyebut peningkatan tabungan di tengah optimisme menunjukkan perilaku keuangan rumah tangga yang lebih pruden, sekaligus memberi ruang bagi ekspansi konsumsi di periode berikutnya.
Dengan kombinasi optimisme dan kehati-hatian tersebut, prospek permintaan domestik pada semester pertama 2026 diperkirakan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Sn)