Sulistiyanto: Sinarmas Memperkokoh Budaya Inovasi

Managing Director Sinarmas Gandi Sulistiyanto
Managing Director Sinarmas Gandi Sulistiyanto

Jakarta | EGINDO.co – Sinarmas menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum memperkokoh budaya inovasi, menyempurnakan rantai pasok, sekaligus menjangkau potensi ekonomi masyarakat luas. Momentum tersebut turut menjadi bahasan dalam peringatan hari jadi Sinarmas ke-82, yang jatuh pada 3 Oktober 2020.

Hal itu dikatakan Managing Director Sinarmas Gandi Sulistiyanto pada forum dialog online “Innovation for the Future, Economic Outlook: Peran Swasta dalam Pemulihan Ekonomi menuju Indonesia 2021,” via aplikasi Zoom, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Menurut Gandi Sulistiyanto, dalam hidup manusia, kesehatan adalah prioritas utama, ekonomi selanjutnya. Apabila keduanya tak terpenuhi, akan timbul berbagai permasalahan sosial maka dari itu harus menjadi prioritas.

Sementara itu Sinarmas Board Member, Franky O. Widjaja mengatakan Sinarmas sebagai contoh inovasi dalam kesempatan yang sama Ekonomi Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menilai, langkah Sinarmas dengan menggandeng usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat adalah contoh inovasi yang belum dilakukan perusahaan lain.

Baca Juga :  APP Sinarmas, Tjiwi Kimia Terima Penghargaan P-2 Covid-19

Ditambahkannya dengan menggandeng UMKM masuk ke dalam rantai pasok perusahaan, dapat menaik kelaskan UMKM. Adapun upaya tersebut telah dilakukan sejumlah pilar bisnis Sinar Mas melalui program Desa Makmur Peduli Api.

Sedangkan Aviliani mengatakan dengan pendampingan yang dilakukan nantinya mampu meningkatkan pendapatan UMKM secara signifikan. “Bahkan, mereka berbangga hati karena bisa membayar pajak, dan meninggalkan praktik perambahan hutan,” ujar Aviliani.

Pada kesempatan itu, Aviliani mengambil contoh langkah Asia Pulp and Paper Group (APP) Sinarmas melalui PT Wirakarya Sakti di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. “Perusahaan tersebut sudah melibatkan badan usaha masyarakat sebagai pemasok pupuk mereka,” katanya Aviliani.

Disamping itu Aviliani juga mengidentikkan inovasi dengan akses ke permodalan, teknologi serta sumber daya manusia (SDM), yang justru tidak dimiliki oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dukung Pemerintah Kembangkan SDM, Sinarmas dan Grup Astra Bangun Gedung Vokasi Aviliani menyarankan, pemerintah melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru saja disetujui dapat menyediakan skema insentif bagi perusahaan beserta UMKM yang mampu bersinergi dalam rantai pasok. “Selagi peraturan turunannya belum keluar, perlu ada insentif kepada perusahaan dan UMKM yang mau bersinergi,” Kata Aviliani.

Baca Juga :  APP Tampilkan Praktik Berkelanjutan, Tur Bersama Dewan PEFC

Ditambahkannya, UMKM tidak lagi dianggap selaku pihak pedagang semata. Namun, berkesempatan meningkatkan nilai tambahnya dengan masuk ke dalam supply chain korporasi. Hal itu sejalan dengan inisiatif sektor usaha di bawah naungan Kadin lewat ajang Jakarta Food Security Summit. Skemanya menghubungkan para petani, koperasi, perusahaan penyerap produk petani (offtaker), termasuk penjamin pendanaan (avalist) dan perbankan.@

Bs/TimEGINDO.co              

Bagikan :
Scroll to Top