Suhendra Wiriadinata: APKI Menyambut Baik Peraturan Menteri Kehutanan untuk Perkuat Daya Saing

Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata (kiri)
Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata (kiri)

Jakarta | EGINDO.com – Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa APKI menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi dan kerangka tata kelola yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan.

Suhendra Wiriadinata mengatakan dalam keterangannya yang dikutip EGINDO.com pada Senin (18/5/2026) menyebutkan bahwa regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi dunia usaha untuk memperluas kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional sekaligus memperkuat daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di pasar global.

Dijelaskannya bahwa melalui pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, serta inovasi produk yang dapat diperbarui dan didaur ulang, industri pulp dan kertas terus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Menurutnya bahwa melalui pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, serta inovasi produk yang dapat diperbarui dan didaur ulang, industri pulp dan kertas terus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Dinilainya produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan merupakan bagian penting dari solusi iklim karena dapat menggantikan material berbasis fosil, mendukung pengurangan emisi, serta menjawab kebutuhan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan. Suhendra menambahkan bahwa pasar karbon yang kredibel dapat mendorong investasi yang lebih besar dalam restorasi gambut, rehabilitasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan operasional.

Ditegaskannya bahwa keberhasilan pasar karbon, menurutnya, sangat bergantung pada integritas proyek, transparansi pengukuran, kejelasan metodologi, serta penerimaan pasar domestik dan internasional. APKI, kata dia, berkomitmen mendukung pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, memberikan manfaat lingkungan yang nyata, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial.

Ditambahkannya dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam perdagangan karbon berbasis kehutanan di tingkat global.

Pada tingkat global APKI telah menyampaikannya dalam Business Forum on Carbon Market yang digelar di New York, Amerika Serikat, pada 11 Mei 2026 lalu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan United Nations Forum on Forests 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, serta mitra strategis untuk membahas peluang pengembangan proyek karbon dan pembiayaan berbasis alam (nature finance) di Indonesia.

APKI turut hadir sebagai perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, serta sejumlah mitra strategis dari Amerika Serikat. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sektor kehutanan sebagai bagian penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim global, sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi hijau.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top