Jakarta|EGINDO.co Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi memberikan subsidi bunga sebesar 2% kepada Perum Bulog guna memperkuat kemampuan pembiayaan dalam menyerap gabah dan jagung dari petani. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan pelat merah tersebut.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa subsidi bunga tersebut membuat beban pinjaman Bulog turun menjadi sekitar 4%, di mana separuhnya ditanggung oleh pemerintah. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari arahan strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Dukungan pembiayaan ini menjadi penting agar Bulog lebih optimal dalam menyerap hasil panen petani, khususnya saat musim panen raya,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, serta merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sejumlah media nasional seperti Kompas dan Bisnis Indonesia juga menyoroti bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat intervensi di sektor pangan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.
Bulog sendiri tengah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat mengganggu produksi pangan. Salah satu fokus utama adalah memaksimalkan penyerapan gabah selama periode puncak panen pada Mei hingga Juli 2026.
Optimalisasi serapan ini dinilai krusial untuk menjaga cadangan beras pemerintah sekaligus menstabilkan harga di tingkat petani. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih ringan, Bulog diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas dalam melakukan pembelian hasil panen dalam jumlah besar.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan stabilitas harga pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global. (Sn)