Jakarta|EGINDO.co Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) menyampaikan laporan terbaru mengenai rangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada Kamis–Jumat, 4–5 Desember 2025. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami banjir rob, luapan sungai, serta dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan dinamika atmosfer yang tidak stabil.
Subang, Jawa Barat
Daerah pesisir di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling signifikan. Banjir rob yang terjadi sejak Kamis malam merendam 861 rumah warga dan memengaruhi sedikitnya 2.648 jiwa. Genangan dengan ketinggian 20–50 sentimeter tidak hanya memasuki permukiman, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat, terutama karena sejumlah akses jalan utama terputus sementara.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang bersama relawan dan aparatur desa telah melakukan pendataan, pemasangan pompa air di beberapa titik rawan, serta membantu warga yang membutuhkan evakuasi sementara. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat gelombang pasang diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga di wilayah pesisir juga telah diarahkan untuk mengamankan barang-barang penting dan menghindari aktivitas di sekitar bibir pantai saat air pasang maksimum.
Pesisir Barat, Lampung
Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, hujan deras berkepanjangan pada Jumat dini hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke area permukiman. Kejadian ini mengakibatkan 114 rumah warga terendam, serta merusak satu bangunan jembatan yang menjadi jalur penghubung utama antar-desa.
Selain berdampak pada infrastruktur, banjir juga menggenangi 6,5 hektare lahan sawah, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani. Satu ruas jalan desa bahkan tidak dapat dilalui kendaraan akibat arus air yang cukup kuat dan tumpukan material terbawa banjir.
BPBD Pesisir Barat melaporkan bahwa tim lapangan telah dikerahkan sejak pagi untuk melakukan asesmen kerusakan, mendirikan posko darurat, serta menyalurkan bantuan logistik awal berupa makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan kebersihan kepada warga yang terdampak.
Imbauan dan Kesiapsiagaan
BNPB mengingatkan bahwa periode awal Desember hingga awal tahun merupakan fase meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi seiring puncak musim hujan. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, pesisir, dan sekitar aliran sungai diminta untuk:
-
meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak,
-
mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun BMKG,
-
memastikan jalur evakuasi dapat diakses sewaktu-waktu, dan
-
tidak melakukan aktivitas berisiko di area sungai maupun pantai saat cuaca ekstrem berlangsung.
BNPB juga mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini, mempersiapkan lokasi pengungsian yang aman, serta memastikan gelar personel dan peralatan dalam kondisi siap digunakan.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, BNPB menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk meminimalkan dampak dan melindungi keselamatan masyarakat di wilayah terdampak maupun wilayah yang masih berpotensi mengalami bencana serupa. (Sn)